KNPB konsisten satukan semua komponen perjuangan

papua
Organisasi Masyarakat Adat Independen (MAI)memfasilitasi Organisasi Perjuangan Papua Merdeka di mimika - Ogram wanimbo Doc.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Diplomasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat Ogram Wanimbo dan Yanto Awerkion selaku Ketua I KNPB Wilayah Timika, menyatakan “KNPB tetap eksis mendukung keputusan Kongres I KNPB tentang 3 Resolusi yaitu Penyatuan Militer, Penyatuan Sipil dan Penyatuan Diplomat.

“KNPB tetap mendorong bagaimana revolusi dan pemimpin bangsa itu harus lahir dari dalam negeri. Sehingga kami harus bersatu padu untuk hak penentuan nasib sendiri,” tulisnya dalam release yang terima wartawan, Jumat (7/1/2022).

Read More

Wanimbo mengatakan, persatuan semua komponen perjuangan adalah kekuatan bangsa Papua untuk mengakhiri praktik kolonialisme Indonesia di Tanah Papua.

“Pemimpin harus merangkul semua komponen perjuangan dan merumuskan masalah dalam negeri dan berani pasang badan untuk masyarakat Papua yang hidup melarat di negerinya sendiri,” katanya.
Wanimbo mengatakan, bangsa West Papua mendukung dan bersama KNPB mendorong agenda Mogok Sipil Nasional (MSN).

“Kami Bangsa West Papua menuntut kepada pemerintah Republik Indonesia segera menarik aparat Militer organik dan non organik,” katanya. Lanjut Wanimbo, bangsa West Papua menuntut kepada pemerintah Republik Indonesia hentikan perpanjangan Otonomi Khusus.

“Kami Bangsa West Papua mendukung kepada Sekretariat Bersama (SEKBER) Petisi Rakyat Papua (PRP) yang tergabung 113 Organisasi yang sedang mendorong Penolakan Perpanjangan Otonomi Khusus di Tanah Papua,” katanya.

Wanimbo mengatakan, bangsa West Papua menuntut segera tutup PT Freeport Indonesia di Timika. “Kami Bangsa West Papua dengan tegas menolak penambangan PT Blok Wabu di Intan Jaya,” katanya.
“Kami Bangsa West Papua menuntut tahanan politik Papua tuan Viktor Yeimo dan tahanan politik lainnya dibebaskan tanpa syarat,” katanya.

Sementara itu, Dewan Council (DC) atau Pemerintah Sementara yang diwakili oleh Son Tabuni dalam pemaparan materinya merekomendasikan kepada Pimpinan Dewan Coucil (DC) Pusat Bukthar Tabuni untuk mengundang semua organisasi perjuangan.

“Selanjutnya dalam kesimpulan menyepakati diskusi publik ini direkomendasikan kepada pimpinan ULMWP untuk dorong Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ULMWP,” katanya.

Untuk diketahui Pada tanggal 6 Januari 2022 di Kampung Jili Ale, Kwamki Narama Timika West Papua, hadir berbagai Organisasi Perjuangan Papua Merdeka yang dimediasi Organisasi Masyarakat Adat Independen (MAI). Hadir dalam kegiatan ini berbagai Kepala Suku baik itu Perwakilan Suku Mee, Amungme, Damal, Moni, Nduga, Pesisir Pantai.

Kegiatan ini diawali dengan Ibadah singkat yang dipimpin oleh seorang tokoh agama Pdt. Deserius Adii, S.Th. dengan dilandasi sebuah ayat Firman Tuhan yang terdapat dalam Yeremia pasal 6 ayat 12 “Rumah-rumah mereka akan beralih kepada orang lain, bersama ladang-ladang dan isteri-isteri mereka.

Selanjutnya Sekretaris Masyarakat Adat Indenpenden (MAI) membawakan materi dari masing-masing organisasi pergerakan politik Papua Merdeka tentang arah, tujuan dan konsep dalam perjuangan Papua merdeka baik diplomasi dan non diplomasi. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Related posts