Papua No.1 News Portal | Jubi
Nuku’alofa, Jubi – Klaim Perdana Menteri Tonga, Pōhiva Tu’i’onetoa, bahwa partainya, Tonga People’s Party, yang saat ini berkuasa terinspirasi oleh Partai Komunis Tiongkok (CPC) telah dikecam oleh pendukung demokrat dan pemimpin-pemimpin masyarakat.
Mereka yang mengemukakan kritik bertanya-tanya mengapa pemerintah dari negara Kristen yang demokratis tampaknya menganut paham komunisme.
Dalam sebuah acara yang diadakan untuk merayakan HUT ke-100 Partai Komunis Tiongkok, sang PM mengumumkan bahwa anggota-anggota partainya telah menyusun manifesto mereka setelah kunjungan ke Tiongkok.
Menurut laporan Matangi Tonga, ia mengatakan, “Dalam manifesto kami, kami menggambarkan pemerintahan di Tonga sebagai ikan. Pemerintah dan partai adalah kepala dan tubuh ikan, rakyat adalah ekornya. Ekor mengendalikan kepala dan badan, serta menentukan arah dari kepala,” ujarnya saat itu.
Komentarnya telah dikecam melalui media sosial, dimana banyak pihak yang bertanya-tanya mengapa, ketika Tonga menerapkan demokrasi dan doktrin Kristen, pemerintah mendukung doktrin Tiongkok yang anti-Kristen dan anti-demokrasi.
Pegiat demokrasi di Tonga, Ikani Taliai, menggambarkan komentar Perdana Menteri itu mengejutkan.
“Pernyataan ini – jika laporan itu sudah benar – menunjukkan keraguan dan kurangnya kapasitas mental Perdana Menteri,” tegas Taliai.
“Kita di sini, di Tonga, mendukung dan memajukan struktur demokrasi untuk melindungi martabat manusia semua orang Tonga dan kepala pemerintahan ini malah menyatakan hal seperti itu! Menteri-menteri dalam kabinet juga bungkam. Kita bisa saja menarik kesimpulan bahwa mereka juga terlibat dalam otoritarianisme Perdana Menteri.” (Kaniva Tonga)
Editor: Kristianto Galuwo
