Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri mengatakan kondisi Sentani menjelang Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua seharusnya bersih, karena Sentani merupakan salah satu lokasi penyelenggaraan PON XX Papua. Ia meminta warga Sentani memastikan tidak ada orang yang sembarangan membuang sampah di sana.
Selain menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan PON XX Papua, Sentani yang merupakan ibu kota Kabupaten Jayapura juga menjadi pintu gerbang kedatangan orang ke Papua. Sebagian besar atlet dan ofisial yang akan bersaing dalam PON akan melintasi Sentani.
Abdul Rahman Basri menyatakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura terus mengangkut sampah warga Sentani. “DLH sudah melakukan kebersihan rutin, mengumpulkan sampah dari rumah warga , serta pemetaan tempat sampah. Pembuangan sampai mulai dari jam 20.00 – 05.00 pagi,” kata Abdul kepada Jubi, Kamis (9/9/2021).
Baca juga: Warga mengeluh tak rasakan manfaat PON XX Papua
Menurutnya, DLH juga berkoordinasi dengan pemerintah distrik dan pemerintah kampung. “Menyelaraskan kegiatan tersebut maka kami lakukan koordinasi dengan distrik, kampung, dan kelurahan untuk mendukung kebersihan Kota Sentani,” ujarnya.
Meskipun demikian, Abdul menyatakan masalah kebersihan bukan hanya tanggung jawab DLH. “Kita harus bertanggung jawab menjaga kebersihan, keindahan, kenyamanan, dan keamanan Kota Sentani, karena kita akan menjadi tuan rumah PON,” jelasnya.
Selama penyelenggaraan PON, DLH akan menambah jumlah tenaga kebersihan. Biaya penambahan tenaga kebersihan itu akan ditanggung Sub Panitia Besar PON XX Kabupaten Jayapura.
Baca juga: Banyak sampah anorganik, air Danau Sentani semakin kotor
DLH juga membuat kampanye menjaga kebersihan Sentani. “Kami lakukan sosialisasi melalui radio, televisi, dan juga media sosial, agar masyakarat bisa lihat, dengar, dan melakukan,” ucap Abdul.
Salah satu warga Sentani, Hengky Kurniawan mengatakan masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan. “Masalah kebersihan itu jangan urusan dinas saja. Yang kerja di dinas itu juga manusia. Jadi kita harus dukung, menjaga kebersihan Sentani. Kita ini tuan rumah dan berada di jalur keluar masuknya kontingen dan tamu-tamu. Masa mereka datang, belum jalan sudah lihat sampah,” kata Hengky.
Kata Hengky ada tempat membuang dan juga waktu membuang, semua harus lihat itu. “Jangan kita buang sembarangan, karena ada waktu buang, dan juga ada tempat yang disediakan. Mari kita jadi contoh yang baik,” ujarnya. (*)
Editor: Aryo Wisanggeni G
