Khawatir dirobohkan, AS lindungi monumen bersejarah

Unjuk rasa Papua
Foto ilustrasi. - pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Washington, Jubi – Ratusan pasukan Garda Nasional Washington DC yang tidak bersenjata diaktifkan dan bersiaga untuk membantu petugas penegak hukum melindungi beberapa monumen bersejarah. Kebijakan itu dilakukan setelah pengunjuk rasa mencoba merobohkan patung mantan Presiden Andrew Jackson di sebuah taman dekat Gedung Putih.

Read More

Presiden Donald Trump pada Selasa (23/6/2020) kemarin berjanji akan mengambil tindakan tegas pada siapa pun yang menghancurkan atau merusak monumen bersejarah Amerika Serikat.

Ia mengancam akan menggunakan kekerasan pada beberapa pengunjuk rasa, karena aktivisme politik melawan ketidakadilan rasial terus terjadi di AS dan mengancam peluangnya dalam Pemilu mendatang.

Seruan untuk menghilangkan monumen-monumen ini, muncul setelah protes besar-besaran Black Lives Matter awal bulan ini yang dipicu oleh kematian warga Afro-Amerika, George Floyd, pada 25 Mei, seorang pria kulit hitam yang terbunuh oleh polisi.

Banyak dari patung-patung itu yang memberi penghormatan kepada Konfederasi pemberontak dari era Perang Saudara di negara itu serta dipandang sebagai penghormatan kepada mereka yang mengabadikan perbudakan, sehingga menjadi sasaran demonstrasi massa dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga : Ini alasan demonstran AS ingin robohkan patung Andrew Jackson  

Polisi Australia tangkap dua orang perusak patung Kapten Cook

Antispasi demonstrasi, Patung Churchill dan tugu peringatan perang ditutup

Lembaga penegak hukum Amerika Serikat, United States Marshals, telah diberitahu bahwa mereka harus bersiap untuk membantu melindungi monumen nasional, Washington Post melaporkan, mengutip email dari Asisten Direktur Marshals Andrew Smith.

Sekitar 400 anggota Garda Nasional Washington DC telah diaktifkan setelah permintaan dari sekretaris dalam negeri, kata pernyataan Garda Nasional.

“Mereka akan mendukung polisi di monumen-monumen utama untuk mencegah perusakan atau kehancuran,” kata pernyataan itu.

Pada Rabu sore, Gubernur Wisconsin Tony Evers, seorang Demokrat, mengaktifkan Garda Nasional Wisconsin untuk melindungi properti negara di Madison, ibukota negara bagian itu setelah para pemrotes menggulingkan dua patung, salah satunya seorang kolonel Perang Sipil yang berjuang untuk persatuan.

Senin malam, para pemrotes mencoba menjatuhkan patung Andrew Jackson yang menghadap Gedung Putih. Sedangkan awal bulan ini sekitar 1.200 pasukan Garda Nasional  dan 3.900 dari negara-negara bagian lain dikirim ke ibukota untuk mendukung penegakan hukum selama demonstrasi. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts