Kesibukan urus PON XX Papua jangan korbankan pelayanan publik

Mama-mama Papua di Pasar Pharaa
Kondisi para pedagang di Pasar Pharaa, Sentani, Kabupaten Jayapura. - Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kesibukan pemerintah daerah di Papua untuk mengurus penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua tidak boleh mengorbankan pelayan publik. Hal itu dinyatakan tokoh masyarakat Kabupaten Jayapura, Frits Maurits Felle di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Kamis (26/8/2021).

Saat ini, sebagian besar Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jayapura mencurahkan energinya untuk mempersiapkan penyelenggaraan PON XX Papua yang akan berlangsung pada 2 – 15 Oktober 2021. Apel mingguan Pemerintah Kabupaten Jayapura yang biasanya digelar di Kantor Bupati Jayapura pun dipindahkan ke Kantor Sub Panitia Besar (PB) PON XX Kabupaten Jayapura di Stadion Bas Youwe di Sentani.

Read More

Frits Maurits Felle mengingatkan pemerintah daerah di Papua agar tidak melupakan pelayanan publik dan pelayanan dasar yang sudah ditetapkan dalam program kerja oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Felle membenarkan bahwa PON XX Papua merupakan kompetisi olahraga tingkat nasional, namun tidak semua panitianya harus ASN yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pelayanan publik.

Baca juga: Tenaga admin IT PON XX Papua ikuti bimbingan teknis

“Pemerintah daerah mengurangi sebagian besar pegawai negeri untuk bekerja dari rumah karena COVID-19. Lalu siapa yang bekerja dalam proses pelayanan kepada masyarakat apabila sebagian besar menjadi panitia pelaksana PON XX,” ujar Felle.

Felle menegaskan sekalipun ada perhelatan nasonal seperti PON XX Papua, pelayanan publik harus tetap berjalan. Seluruh urusan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan proses pembangunan fasilitas pendukung serta infrastruktur lainnya harus berjalan dengan baik.

Ia juga menekankan menyelenggarakan PON bukah hanya sebatas menyiapkan infrastruktur pendukung seperti venue, stadion, dan saranan olahraga lainnya. Menyelenggarakan PON berarti juga menyiapkan manusianya, dengan memastikan fasilitas pendukung di setiap kampung maupun tempat umum harus menggambarkan bahwa Papua menjadi sebagai tuan rumah PON XX Papua.

Baca juga: Pintu masuk Kantor Bupati Jayapura dipalang, banyak ASN tidak masuk kantor

“Pelayanan dasar diabaikan, bagaimana masyarakat mau menyiapkan diri untuk menyambut tamu-tamu yang datang dari luar? Sementara mereka [masyarakat] sedang memikirkan kebutuhan hidup dalam keluarga yang belum terpenuhi, ” ungkapnya.

Felle mencontohkan eks Pasar Lama Sentani, dengan kondisi para pedagang lokal yang tidak layak. Banyak penjual masih berjualan di pinggir selokan. Kondisi yang sama juga terlihat di Pasar Pharaa. Padahal kedua pasar itu ada di Sentani, ibu Kota Kabupaten Jayapura, namun tidak menampakkan keberadaannya sebagai tuan rumah PON XX Papua.

Penataan kota yang tidak tertata rapi, tidak ada  ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana publik, tempat parkir kendaraan yang sangat minim. “Dengan kondisi seperti itu, apa yang diharapkan sebagai sukses ekonomi dari penyelenggaraan PON XX bagi masyarakat lokal? Jangan memperburuk situasi dimasa pandemi COVID-19,” katanya.

Baca juga: Kebutuhan listrik PON XX Papua tak ganggu konsumen PLN

Sementara itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan pelayanan publik Pemerintah Kabupaten Jayapura tetap berjalan seperti biasa. Ia memastikan 25 persen ASN di masing-masing SKPD tetap melaksanakan tugas dan fungsinya, sesuai dengan tugas yang dibebankan oleh masing-masing pimpinan SKPD.

“Karena pandemi COVID-19, sebagian pegawai sedang bekerja dari rumah untuk kepentingan pelayanan publik. Sementara untuk PON XX, koordinator bidang langsung ditangani oleh pimpinan SKPD. Keterlibatan masyarakat lokal di setiap kampung melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah sudah ada alokasi anggaran yang dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan PON XX, ” pungkasnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Related posts