Papua No. 1 News Portal | Jubi ,
Jayapura, Jubi – BPJS Ketenagakerjaan Jayapura melakukan pick me up service atau penjemputan pesertanya yang mengalami kecelakaan kerja. Adventus Edison, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jayapura menjelaskan bahwa yang dialami oleh Fitri masuk dalam kategori kecelakaan kerja.
“Itu kecelakaan kerja, walaupun mbak Fitri pegawai BPJS kesehatan, tapi kami tetap wajib menanggung semua biaya pengobatan hingga sembuh," terang Adventus kepada wartawan, melalui siaran persnya yang diterima Jubi, Senin (16/7/2018).
Adventus juga menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan ingin memberi nilai lebih dari layananan yaitu dengan menjemput langsung pasien JKK tersebut dari bandara Sentani dan diantarkan langsung ke Rumah Sakit Pusat Layanan Kecelakaan Kerja, RS Bhayangkara hingga mendapatkan perawatan.
"Karena kebetulan Rumah Sakit rujukan yang di tuju ada di Jayapura, maka kami berkewajiban memberikan pelayanan terbaik kami untuk peserta," katanya.
Sebelumnya, Fitri Febrianti (22) Karyawan BPJS Kesehatan Kabupaten Nabire mengalami kecelakaan kerja. Ia ditabrak pengendara yang terpengaruh minuman keras ketika berangkat dari rumahnya menuju kantor, Senin (9/7/2018) lalu.
“Orang itu naik motornya kencang dan langsung nabrak saya, setelah itu saya sudah gak sadar tiba-tiba di rumah sakit aja,” terangnya.
Korban kecelakaan lalu lintas ini akhirnya mengalami patah tulang tangan kanan, luka robek telapak tangan kanan dan cidera pada kaki yang diharuskan untuk dirujuk ke rumah sakit yang memiliki tenaga ahli ortopedi di Jayapura.
Sementara itu Ratna Palabiran, Kepala Verifikator Keuangan dengan Pelaksana Asuransi Rumah Sakit Bhayangkara mengungkapkan, selama kurang lebih setahun bekerjasama sebagai PLKK BPJS Ketenagakerjaan Jayapura, sudah ada sekitar 20 kasus kecelakaan kerja dan semua ditangani dengan sangat baik.
"Program BPJS Ketenagakerjaan sangat lengkap dan memuaskan karena semua biaya ditanggung keseluruhan dan kami pun tidak pernah mendapatkan komplain dari pasien JKK BPJS Ketenagakerjaan," katanya. (*)
