Papua No.1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Provinsi Papua, Ni Nyoman Sri Antari, mengatakan pemerintahan di tingkat kelurahan perlu melibatkan para pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), untuk membantu mengawasi para pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri atau isoman.
“Penanganannya (pasien isolasi mandiri) menjadi perhatian bersama sehingga mudah dilakukan pemantauan untuk mendapatkan pelayanan,” ujar Antari di Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (22/7/2021).
Dikatakan Antari, Dinas Kesehatan terus berupaya melakukan penelurusan dan pemeriksaan terhadap warga yang memiliki kontak erat dengan pasien yang sedang menjadi isolasi mandiri baik di rumah, apartemen, dan rusunawa, agar mempercepat memutus penyebaran Covid-19.
“Kami sudah menangani pasien yang isoman sebanyak 300 orang. Tingkat kesembuhannya mencapai 89 persen. Hanya beberapa persen saya yang berakhir dengan kematian,” ujar Antari.
Menurut Antari, dengan melibatkan RT/RW dalam mengawasi pasien isolasi mandiri yang terkonfirmasi namun tidak menunjukkan gejala, agar penanganan lebih cepat sehingga kondisi pasien tidak drop.
“Untuk yang melakukan isolasi mandiri ini perlu diawasi dengan ketat, kami tidak akan mampu melakukan tugas pengawasan karena keterbatasan personel. Untuk itu dibutuhkan peran serta dari kelurahan guna mengajak RT/RW mengambil bagian dalam pengawasan,” ujar Antari.
Dikatakan Antari, RT/RW sudah sangat paham dengan kondisi warganya sehingga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan untuk segera mendapatkan penanganan langsung menghubungi Satgas Penanganan Covid-19 atau Dinas Kesehatan.
“Teknis pelaksanaannya kami siap memberikan sosialisasi, penyuluhan dan edukasi kepada pemerintahan di tingkat kelurahan agar sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku, untuk mencegah penyebaran Covid semakin meluas di masyarakat,” ujar Antari.
Kepala Puskesmas Hamadi, Aplonia Yantewo, mengatakan dalam penanganan pasien terkonfirmasi Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri selalu dilakukan pemantauan.
“Mulai dari pemberian obat, makanan, hingga edukasi. Bahkan kami meminta nomor telepon pasien agar mudah kami awasi seperti menanyakan kabar dan perkembangan pesien,” ujar Yantewo.
Yantewo mengaku kewalahan karena minimnya petugas kesehatan, terlebih lagi harus melakukan pelayanan di Puskesmas. Dengan keterlibatan RT/RW dalam pemantauan pasien isolasi mandiri dapat memudahkan untuk segera dilakukan penanganan.
“Memutus penyebaran Covid-19 merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita semua terlibat agar Covid ini segera berlalu. Harapan saya pasien yang sedang isolasi mandiri segera sembuh dan benar-benar menerapkan protokol kesehatan,” ujar Yantewo. (*)
Editor: Kristianto Galuwo
