Papua No. 1 News Portal | Jubi
Merauke, Jubi – Direktur PT Kaiwen Yedija Sejahtera, Nathalis B Kaket, menegaskan masyarakat di Muyu, Kabupaten Boven Digoel, tak tertarik sama sekali menjual tanahnya hanya untuk investasi perkebunan kelapa sawit.
“Kami punya tanah hanya untuk mengembangkan pohon karet serta beberapa usaha lainnya. Kalau investasi kelapa sawit, sama sekali tak ada dalam pikiran masyarakat setempat,” ungkap Nathalis kepada sejumlah wartawan, Senin (18/2/2019).
Dikatakan, hadirnya investasi kelapa sawit menjadi ancaman bagi masyarakat, terutama orang asli Papua. Mestinya, pemerintah harus hadir sekaligus memastikan tanah, investasi dan lain-lain, berpihak kepada rakyat.
“Ini menjadi pekerjaan berat bagi pusat hingga daerah. Kita harus berpikir bahwa investasi dikembalikan saja kepada rakyat. Karena mereka sebagai pelaku. Lalu tanah yang ada, bukan milik orang Korea atau China,” tegasnya.
Ditanya alasan masyarakat Muyu tolak investasi kelapa sawit, Kaket menjawab karena mereka sudah pada tingkatan pemikiran sangat jauh.
“Kami sadar bahwa kelapa sawit tak ramah lingkungan,” tegasnya.
Wakil Bupati Boven Digoel, Chaerul Anwar, beberapa waktu lalu mengatakan ada beberapa potensi masyarakat yang harus dikembangkan. Selain karet, juga ada durian.
“Setiap tahun orang membeli durian dan menjual di Kabupaten Merauke, semuanya dibeli dari Boven Digoel. Nah, ini adalah salah satu potensi andalan yang harus terus dikembangkan,” katanya. (*)
Editor: Dewi Wulandari
