Papua No.1 News Portal | Jubi
Kendari, Jubi – Ruang isolasi untuk pasien positif virus Covid-19 di RSUD Kota Kendari sudah melebihi kapasitas atau penuh seiring peningkatan signifikan kasus positif di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara itu. Tercatat batas maksimal ruang isolasi Covid di Kota Kendari hanya 75 pasien, namun karena terjadi penambahan kasus beberapa hari ini, maka banyak pasien yang dialihkan di RSU Bahteramas Kendari.
“Untuk 75 (kamar) sudah full. Karena kita juga tidak bisa menolak pasien penyakit lain yang mulai ramai di rumah sakit,” kata Direktur RSUD Kota Kendari Sukirman, Senin (10/8/2020).
Baca juga : Ini perubahan pola penanganan pandemi Covid-19 di Kota Jayapura
Pemprov Papua bahas penanganan Covid-19 bersama Pemkot Jayapura
Wakil rakyat tertular Covid-19 terus terjadi, kali ini menimpa DPRD Maluku
Menurut Sukirman, tunggi penularan membuat Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir telah menginstruksikan untuk dibangun gedung baru dengan kapasitas 40 kamar.
“Jadi namanya, gedung convention center. Itu gedung khusus di rumah sakit,” lanjut Sukirman.
Ia menyebut, selain RSUD Kota Kendari, ada RSU Bahteramas sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19. Pemerintah Provinsi Sultra juga tengah membangun beberapa gedung sebagai ruang isolasi baru.
“Seperti di Bapelkes. Eks SMA Angkasa. Jadi, kalau soal ruangan tercukupi sebenarnya. Walaupun atas nama provinsi, tapi yang dirawat kan masyarakat Kota Kendari juga,” kata Sukirman menjelaskan.
Trcatat, Kota Kendari merupakan daerah yang paling tinggi kasus virus corona dari 17 kabupaten atau kota di Sulawesi Tenggara. Data yang ada menyebutkan per Minggu (9/8/2020) kemarin, jumlah kasus virus corona di Kota Kendari sebanyak 296 kasus dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 141 orang, meninggal 7 orang dan masih dalam perawatan sebanyak 148 orang.
Peningkatan kasus harian di Kota Kendari dalam satu minggu terakhir masuk kategori mengkhawatirkan. “Rapid test massal di mana-mana. Beberapa kantor ditemukan reaktif dan hampir semua positif swabnya,” katanya.
Selain tes masif, peningkatan kasus corona erat kaitannya dengan aktivitas masyarakat yang makin terbuka dan banyak warga yang sudah tidak mematuhi protokol kesehatan. (*)
CNN Indonesia
Editor : Edi Faisol
