Kasus pembelian generator, eks PM PNG hadapi pengadilan

Peter O’Neill. - RNZI

Papua No.1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Mantan Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O’Neill, telah diundang untuk menghadiri pengadilan atas tuduhan penyalahgunaan dana yang tidak dianggarkan dan korupsi.

Read More

Hakim pengadilan awal Waigani, Tracey Ganaii, Selasa kemarin (1/12/2020) menemukan sudah ada cukup bukti atas kedua dakwaan tersebut sehingga perkara itu dapat lanjutkan.

Kedua dakwaan ini terkait dengan pembelian dua mesin generator oleh negara itu dari Israel tujuh tahun lalu, ketika O’Neill masih menjabat sebagai perdana menteri. Polisi menuduh bahwa O’Neill mengasese pembayaran untuk membeli mesin-mesin tersebut tanpa proses pengadaan dan tender yang tepat, atau persetujuan parlemen.

O’Neill mengatakan kepada media di luar ruang pengadilan bahwa dia menyambut baik kesempatan untuk membela dirinya dalam kasus tersebut.

“Tidak ada keuntungan pribadi bagi pihak saya dalam kasus ini. Namun ada tuduhan dari beberapa saksi bahwa itu adalah korupsi dan penyalahgunaan dana yang tidak dianggarkan. Tapi kita belum menunjukkan bukti kita di pengadilan, ini akan kita lakukan di hadapan pengadilan nasional.“

O’Neill sebelumnya telah bersikeras membela pembelian generator senilai total $ 14 Juta itu sebagai langkah yang penting untuk menyelesaikan isu pemadaman listrik yang dialami di dua kota utama PNG, Port Moresby dan Lae.

Oposisi parlemen PNG mengajukan pengaduan ke polisi tentang pembelian tersebut pada awal 2014.

Mantan perdana menteri itu bersikeras bahwa keputusan itu disetujui oleh kabinetnya, National Executive Council.

“Ini adalah keputusan yang didukung oleh NEC. Pembelian itu didukung oleh NEC. Pengadilan ini berpendapat bahwa ada masalah dengan waktunya, dan itu cukup untuk meneruskan perkara ini ke pengadilan nasional. KIta akan membela kasus kita di sana.” (RNZI)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts