Kasus korona mulai nihil, Fakfak songsong zona hijau

Papua,Perawatan Covid-19
Ilustrasi pemeriksaan covid-19 - Pexels.com.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Penyebaran Covid-19 mulai mereda di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Sudah lebih dari dua pekan tidak ditemukan lagi kasus baru di wilayah tersebut. Namun, pemerintah setempat tetap menggencarkan upaya pencegahan.

“Tidak ditemukan lagi kasus baru, bukan berarti kami (tinggal) berdiam diri. Pencegahan intensif tetap dilakukan. Kami melacak (mengawasi arus kedatangan warga) di pintu-pintu masuk (bandara dan pelabuhan),” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Fakfak Gondo Suprapto melalui telepon kepada Jubi, Jumat (6/11/2020).

Read More

Gondo mengatakan para pelaku perjalanan tersebut wajib menjalani uji cepat antibodi (rapid test) meskipun telah mengantongi surat keterangan bebas Covid dari daerah asal. Mereka yang kemudian dinyatakan reaktif diwajibkan menjalani karantina dengan pengawasan ketat tim medis setempat.

“Kami ingin memastikan para pelaku perjalanan (dari luar daerah) benar-benar sehat (bebas dari ancaman Covid-19). Tim Satgas Covid-19 Fakfak juga melakukan disinfeksi di tempat umum dan penyuluhan protokol kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.

Fakfak sempat masuk kategori zona merah atau berisiko tinggi terhadap penularan Covid-19 di Papua Barat. Namun, melihat kecenderungan dalam dua pekan terakhir, Fakfak berpotensi menjadi zona hijau atau daerah aman dari penularan Covid-19.

“Daerah yang masih berstatus (zona) merah dan kuning diharapkan meningkatkan pelacakan (pengawasan) pada setiap pintu masuk wilayah masing-masing. Pelaku perjalanan wajib menjalani rapid test ulang meskipun telah mengantongi surat bebas Covid-19 dari daerah asal,” kata Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan saat inspeksi ke Posko Covid-19 Bandara Rendani, Manokwari, beberapa waktu lalu. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Related posts