Papua No.1 News Portal | Jubi
Port Moresby, Jubi – Pembatasan perjalanan dalam negeri telah diberlakukan di Papua Nugini setelah Covid-19 menyebar ke sejumlah provinsi di negara itu – dipicu dengan kasus pertama Covid-19 yang dilaporkan di Bougainville.
Ada 25 kasus baru virus Corona dikonfirmasi pada Jumat saja (7/8/2020), sehingga total kasus di seluruh PNG naik menjadi 188. Dari antara 188 kasus itu, 177 dikonfirmasikan hanya dalam tiga minggu terakhir. Sebagian besar kasus dilaporkan di ibu kota, Port Moresby, berpusat di klaster di rumah sakit utama kota itu.
Tetapi virus itu sekarang telah dikonfirmasikan di delapan provinsi di PNG, termasuk seorang pelajar berusia 22 tahun di Bougainville, dan seorang anak berusia dua tahun di Provinsi Western. Kematian ketiga akibat Covid-19 d PNG juga terjadi pekan lalu.
Mahasiswa di Bougainville itu dilaporkan baru kembali ke Buka dari Port Moresby ‘baru-baru ini’, dan para staf berkata mereka akan mengumumkan lebih banyak informasi ‘nanti setelah pelacakan kontak’.
Anak berusia dua tahun itu merupakan salah satu dari tujuh kasus yang baru-baru ini diumumkan di Tabubil, Provinsi Western, yang menyebabkan ditutupnya tambang tembaga dan emas raksasa, Ok Tedi.
Meskipun jumlah kasus yang dilaporkan di provinsi-provinsi masih rendah dibandingkan dengan Port Moresby, banyak yang yakin bahwa penularan secara lokal kemungkinan besar jauh lebih tinggi.
Pemerintah mengatakan semua penerbangan komersial antar provinsi telah ditangguhkan sejak Jumat malam.
“Pembatasan ini penting bagi kita sementara kita bekerja dengan otoritas kesehatan di provinsi-provinsi untuk menghentikan penyebaran virus Corona,” kata Dr. Paison Dakulala, wakil kepala penanganan tanggapan nasional pandemi Covid-19 PNG.
Hanya penerbangan kargo dan peralatan medis yang diizinkan melintasi perbatasan provinsi, dan pihak berwenang akan membangun pembatas jalan.
Sementara itu, seorang dokter telah memperingatkan bahwa Port Moresby mungkin akan memerlukan lebih banyak fasilitas isolasi untuk pasien Covid-19 karena jumlah pasien yang terinfeksi terus meningkat dengan pesat.
Fasilitas kesehatan yang digunakan untuk isolasi sejauh ini, Rita Flynn, sudah menampung 38 pasien pada hari Rabu lalu, lebih dari setengah kapasitas totalnya yaitu 70 pasien. Manajer Rita Flynn, Gary Nou, berkata kepada surat kabar The National bahwa kapasitas itu hanya dapat ditambah menjadi 100 pasien maksimum, karena gedung itu hanya memiliki delapan toilet.
Dia mengatakan venue akuatik Indoor Aquatic Centre Taurama dapat diubah menjadi fasilitas isolasi jika jumlah kasus terus meningkat.
Sementara itu Kaledonia Baru telah melaporkan satu lagi kasus Covid-19, yang pertama setelah tiga minggu. Menteri luar negeri Prancis yang baru, Sebastien Lecornu, menegaskan bahwa pembatasan Kaledonia Baru atas pandemi Covid-19 tidak akan memengaruhi persiapan referendum kemerdekaan pada Oktober mendatang.
Polinesia Prancis juga mengumumkan munculnya kembali wabah Covid-19 di komunitas setelah lima orang dinyatakan positif. Pihak berwenang mengatakan dari tujuh orang yang ditemukan positif bulan ini, lima di antaranya dari luar negeri sementara dua dari penularan lokal. (RNZI)
Editor: Kristianto Galuwo
