Kasus campak di dunia meningkat tiga kali lebih banyak

papua, image Vaksin
Ilustrasi vaksin, pixabay.com
Ilustrasi vaksin, pixabay.com

Semua tempat di dunia, kecuali Amerika, mengalami peningkatan kasus campak yang dapat membunuh atau melumpuhkan anak-anak.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Read More

Jenewa, Jubi– Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kasus campak di dunia meningkat tiga kali lebih banyak. Lembaga itu mencatat semua tempat di dunia, kecuali Amerika, mengalami peningkatan kasus campak yang dapat membunuh atau melumpuhkan anak-anak, meski penyakit itu dapat dicegah dengan tindakan vaksinasi.

Direktur departemen imunisasi, vaksin, dan biologi WHO, Kate O’Brien menyalahkan sistem kesehatan yang lemah dan informasi yang keliru tentang vaksin. Ia meminta saluran media sosial dan masyarakat untuk memastikan penyampaian informasi tentang pencegahan penyakit yang sangat menular itu secara akurat.

“Kita mengalami kemunduran, kita berada di jalur yang salah,” kata O’Brien, Kamis, (29/8/2019).

Menurut dia, ada kecenderungan yang mengkhawatirkan semua wilayah mengalami peningkatan campak kecuali untuk wilayah Amerika, yang mengalami penurunan kecil.

Kasus yang dilaporkan dari Januari hingga Juli tahun ini hampir tiga kali lebih banyak dibandingkan periode yang sama pada 2018, kata WHO.

“Hampir 365.000 kasus telah dilaporkan secara global tahun ini, angka tertinggi sejak 2006,” katanya.

Ia mencatat angka tersebut hanya mewakili sebagian kecil dari 6,7 juta kasus yang diperkirakan terjadi. Menurut data terbaru, Campak menyebabkan sekitar 109 ribu kematian pada tahun 2017.

Wabah terbesar berkecamuk di Republik Demokratik Kongo sebanyak 155.460 kasus, Madagaskar 127.454 kasus  dan Ukraina 54.246 kasus. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts