Kasat Pol PP Paniai sebut pernah ditawari 30 juta per bulan oleh pebisnis togel

Kasat Pol PP Paniai, Yavet Adii saat diwawancarai wartawan Jubi di ruang kerjanya, Rabu (18/8/2021). - Jubi/Abeth You

Papua No.1 News Portal | Jubi

Enarotali, Jubi – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Paniai, Yavet Adii, mengungkapkan ia pernah ditawari uang Rp 30 juta per bulan, oleh pebisnis toto gelap (togel) yang berbasis di Enarotali, Kabupaten Paniai.

Penawaran tersebut terjadi ketika Yavet Adii dan personel Satpol PP, meminta pebisnis togel tersebut segera menutup usahanya, sebab kehadiran togel membuat masyarakat lupa berkebun, beternak, dan sebagainya karena uang didapat dengan cara instan.

Read More

“Ada raja togel di Enarotali tawarkan saya mau kasih uang per bulan Rp 30 juta. Itu supaya kami tidak larang mereka berbisnis togel itu. Tapi saya tolak langsung, saya punya gaji,” ungkap Yavet Adii kepada Jubi di ruang kerjanya, Rabu (18/8/2021).

Menurut dia, setelah melakukan pendataan pihaknya mendapati lima orang pebisnis togel terbesar di Paniai. Kelimanya memiliki agen hingga ratusan tempat di seluruh distrik dan kampung.

“Tapi yang tawar saya uang ini dia punya agen ada 100 tempat. Ini sampai di kampung-kampung. Saya saja ditawarkan begitu, tidak tahu kalau pihak lain ditawarkan begitu lalu terima atau seperti apa. Tapi pada intinya saya tolak tawaran itu,” katanya.

Lanjutnya, ada empat pebisnis togel di Paniai memiliki puluhan agen. Ia memastikan hampir tiap hari para pebisnis ini mendapatkan uang ratusan juta rupiah. “Kami tetap melakukan patroli secara rutin namun tidak pernah minta jatah,” ucapnya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paniai, Sem Nawipa, mengatakan sebagai upaya pencegahan atas menjamurnya perjudian togel, pihaknya belum lama ini melakukan kampanye pelarangan minuman keras, judi dadu, dan togel.

“Pelarangan itu kami lakukan dalam bentuk aksi dan kampanye yang dimulai dari Madi, sampai Kota Enarotali dengan menggunakan tiga mobil, dan empat Kijang blakos (pick up),” kata Sem Nawipa.

Ia mengatakan, pihaknya masih menggunakan Peraturan Gubernur (Pergub) yang diterjemahkan kepada masing-masing daerah kabupaten/kota se-Provinsi Papua.

“Tapi kami juga sedang mencari jalan untuk membuat Perda soal pelarangan minuman keras, perjudian togel dan penyakit sosial lainnya. Harap bisa selesai tahun ini,” katanya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts