Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Seorang karyawan Apple, Janneke Parrish dipecat usai ia memimpin aksi pelecehan dan diskriminasi di perusahaan. Dalam akisnya karyawan itu membagikan informasi mengenai apa yang mereka sebut pelecehan.
Janneke Parrish adalah manajer program di Apple, ia mengaku mendapat pemberitahuan dari Apple bahwa diberhentikan karena menghapus materi di perangkat milik perusahaan ketika dia sedang diselidiki karena membocorkan informasi ke media.
Baca juga : Elawohe perempuan yang berani angkat tombak
Cina hapus 25 aplikasi daring demi dalih lindungi data pribadi warga
Dalih keamanan nasional polisi Hong Kong kembali serbu kantor media
Kepada Reuters, dia membantah tuduhan tersebut. Parrish mengatakan dia menghapus aplikasi yang memuat informasi pribadi dan finansial sebelum memberikan perangkat ke Apple sebagai bagian dari penyelidikan.
Parris yakin dia dipecat karena aktivisme di perusahaan. “Untuk saya, ini terlihat jelas pembalasan karena saya berbicara tentang penyalahgunaan yang terjadi pada orang yang mempekerjakan saya, kesetaraan gaji dan secara umum tentang kondisi tempat kerja,” kata Parrish.
Tercatat undang-undang di Amerika Serikat melindungi hak pekerja untuk membahas topik tertentu, termasuk kondisi tempat kerja, diskriminasi dan kesetaraan gaji. Beberapa waktu belakangan ini, karyawan maupun mantan karyawan Apple menceritakan pelecehan dan diskriminasi yang mereka rasakan. Parrish dan beberapa orang koleganya menggunggah cerita di media sosial dan platform penerbitan, berjudul #AppleToo.
Parrish mengatakan menghormati aturan perusahaan dan tidak pernah membagikan informasi yang bersifat rahasia. Dia juga tetap mempublikasikan #AppleToo setelah diselidiki pada September. (*)
Editor : Edi Faisol
