Kantor Pelni Jayapura dipadati warga, omzet pedagang naik dua kali lipat

papua-pedagang-jeruk-peras
Seorang penjual es jeruk peras di depan kantor Pelni Jayapura saat melayani pembeli - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Halaman kantor PT Pelni Jayapura, Papua dipadati warga sejak perusahaan penyedia jasa transportasi laut itu membuka penjualan tiket sejak 13 Juni 2020, setelah kebijakan pelonggaran Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat.

Di sisi lain, hal itu menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang keliling. Omzet mereka bisa naik hingga dua kali lipat. Salah satu pedagang yang mengaku omzet penjualannya meningkat adalah Budi. Dalam sehari Budi mampu menjual 200 gelas es jeruk peras.

Read More

“Kalau di tempat lain dalam sehari saya bisa menjual 100 gelas. Itupun saya jualan keliling di pantai dan di sekolah. Saya jualan di depan kantor Pelni ini baru saja, baru tiga hari,” ujar Budi, saat ditemui Jubi, Senin (6/7/2020).

Sambil melayani pembeli, Budi mengaku bersyukur karena banyak pembeli. Sudah dua bulan dirinya tidak berjualan akibat pandemi virus korona.

“Saya jualan di sini (depan kantor Pelni Jayapura) dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore,” ujar Budi.

Ungkapan senada juga dikatakan Ijal. Seorang pedagang bakso keliling, yang mengaku penjualannya meningkat drastis.

“Saya sudah satu minggu jualan di depan kantor Pelni ini. Setiap hari rata-rata saya bisa dapat Rp1 juta karena banyak pembeli. Saya bersyukur karena virus korona ini penjualan saya menurun,” ujar Ijal.

Pedagang pentolan dan cilok goreng, Wahyudi, mengaku sudah tiga hari berjualan di depan kantor Pelni Jayapura. Dalam Wahyudi bisa meraup omzet antara Rp700 ribu sampai Rp800 ribu.

“Kalau di tempat lain paling banyak saya bisa laku Rp500 ribu. Alhamdulillah Mas, banyak pembeli,” ujar Wahyudi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kantor PT Pelni Jayapura, Papua dipadati warga yang mengantre untuk mendapatkan tiket kapal laut.

Seorang penumpang yang akan membeli tiket kapal laut, Aldi, mengatakan sudah antre dari pagi namun hingga siang belum juga mendapatkan tiket kapal PT Pelni yang diinginkannya karena banyaknya warga yang mengantre.

“Saya mau pulang kampung ke Makassar. Mau Lebaran Iduladha di kampung. Saya datang ke Jayapura untuk berlibur. Saya tinggal di rumah om saya di Hamadi, tapi karena pelabuhan ditutup sehingga saya tertahan di Jayapura,” ujar Aldi di kantor Pelni Jayapura-Papua, Senin (6/7/2020).

Aldi berharap bisa mendapatkan tiket agar bisa berkumpul dengan kedua orangtuanya. Namun semua protokol yang diterapkan oleh pihak pelni harus dilengkapinya seperti surat jalan yang sudah ditandatangi Sekretaris Daerah Provinsi Papua, melampirkan surat sudah melakukan rapid test dan hasilnya dinyatakan non-reaktif, dan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk.

“Saya memilih pulang kampung pakai kapal Pelni karena harga tiketnya murah, sekitar Rp700 ribu, bila dibandingkan dengan naik pesawat terbang yang harga tiketnya mahal Rp2 juta,” ujar Aldi.

Calon penumpang lainnya, Ahmad Akbar, mengaku dari pagi sudah mengantre tiket, namun belum juga didapatkannya.

“Semua persyaratan sudah saya lengkapi seperti surat hasil rapid test, surat keterangan jalan dari kelurahan, KTP, dan Surat Izin Keluar Masuk. Surat jalan dari Sekda Papua juga sudah saya dapat,” ujar Ahmad.

Ahmad mengaku membeli tiket tujuan Sorong dan akan kembali lagi ke Kota Jayapura setelah urusannya selesai.

“Saya punya KTP Kota Jayapura makanya saya urus Surat Izin Keluar Masuk. Semoga tidak ada halangan karena semua persyaratan sudah saya lengkapi,” ujar Ahmad.

Kepala PT Pelni Cabang Jayapura-Papua, Harianto Sembiring, mengatakan sejak 13 Juni 2020 sudah menjual tiket, dan antrean calon penumpang kapal PT Pelni sudah terjadi sejak saat itu juga karena telah dibukanya pelabuhan aktivitas keluar masuk penumpang untuk tujuan pelabuhan yang sudah dibuka pada masa pendemi virus korona.

Sembiring mengimbau para calon penumpang kapal PT Pelni untuk menyiapkan persyaratan sebelum naik kapal dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Selama pelayaran kapal hanya bisa membawa 50 persen dari kapasitas angkutan normal.

“Saya berharap warga, khususnya calon penumpang kapal Pelni, agar memaklumi sehingga selama berada di atas kapal dalam keadaan aman dan sehat sampai tujuan. Warga yang datang antre tiket di kantor Pelni harus tetap jaga jarak, dan memakai masker supaya terhindari dari Covid-19,” ujar Sembiring. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts