Kadisdik Nabire: Hasil kelulusan siswa harus murni

Papua
Suasana ujian sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan di SD Negeri Tanah Merah Yaro Tahun 2020 silam – Jubi/Dok SD Negeri Tanah Merah Yaro untuk Yubi.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sekolah mengengah pertama (SMP) akan berlangsung pada 19 April 2021, sementara untuk sekolah dasar (SD) pada Mei 2021.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nabire, Papua, Yulianus Pasang mengungkapkan, untuk menghadapi UN baik SD maupun SMP, sejumlah soal ujian telah disiapkan dan sama untuk seluruh sekolah.

Read More

“Tim penyusun soal sudah bekerja, dan soalnya sama semua baik untuk SD dan SMP, artinya tidak ada perbedaan soal antara sekolah yang satu dan lainnya,” ungkap Pasang melalui selulernya kepada Jubi, Senin (12/4/2021).

Menurutnya, soal UN yang disamakan dimaksudkan untuk mengevaluasi mutu pendidikan di sekolah-sekolah pada masa pandemi covid-19. Sebab di tahun 2020 silam dalam pelaksanaan akhir melalui ujian sekolah, dan nilai kelulusannya diambil dari nilai semester satu hingga akhir, kemudian ditambahkan dengan nilai ujian sekolah dan nilai karakter.

“Dan tahun ini juga akan seperti itu. Ujian sangat penting mengingat bila tidak ada ujian, maka guru Disdik tidak akan tahu sejauh mana mutu di sekolah. Apakah mengalami perubahan atau seperti apa?” tutur Pasang.

Pasang menjelaskan, nilai yang digunakan untuk penentuan kelulusan pada tahun 2020 hanya rata-rata 4,5, padahal sebelum masa pandemi 6,5.

Sementara untuk tahun 2021, nantinya setelah pelaksanaan ujian, kemudian nilai murni akan dikumpulkan dari masing-masing sekolah dan dikaji dari nilai tertinggi hingga terendah untuk setiap bidang studi.

“Dari sini baru kita bisa tentukan nilai rata-ratanya,” jelasnya.

Sehingga kata dia, jangan ada masyarakat yang beranggapan bahwa siswa akan diluluskan karena hadiah atau diluluskan akibat pandemi. Namun, siswa akan lulus murni sesuai hasil kerja keras dari proses belajarnya sendiri.

“Jadi tidak ada yang akan diluluskan, harus murni. Sama halnya nanti dengan kenaikan kelas,” kata Pasang.

Sementara pelaksanaan ujian sendiri nantinya tetap berpedoman pada penerapan protokol kesehatan, yakni 50 persen untuk satu kelas, mencuci tangan sebelum masuk, mengukur suhu, menggunakan masker.

“Pelaksanaan ujian tetap patuhi prokes, saya akan awasi dan turun ke lapangan,” tegasnya.

Untuk itu Pasang berharap kepada para guru, agar benar-benar mempersiapkan siswa dengan baik untuk menghadapi ujian, selain itu kepada orang tua agar peran sertanya dibutuhkan untuk membantu anak-anaknya bisa belajar mempersiapkan ujian.

“Sebab walau pun guru mengajar tetapi tidak ada perhatian dari orang tua, misalnya anak keluyuran dan bermain tidak dikontrol, maka sama saja bertepuk sebelah tangan,” kata Pasang.

Sementara, Kepala SMP Negeri 9 Nabire, Yosep Ohoiwutun mengungkapkan bahwa selain soal disusun oleh tim guru mata pelajaran (TMP) Kabupaten.

Ia mengaku tidak mengalami kendala dalam mempersiapkan ujian di sekolahnya untuk 70 orang siswa kelas 3, sehingga nantinya akan dibagi menjadi enam kelas sesuai Prokes.

“Kami bagi enam kelas dan tetap diutamakan prokes,” ungkap Ohoiwutun.

Sedangkan, Iwan satu di antara orang tua murid mengatakan, ikut prihatin terhadap dunia pendidikan di masa pandemi. Namun ini kata dia, harus dihadapi.

Sehingga ia pun mengapresiasi langkah Disdik yang telah mengembalikan anak untuk belajar tatap muka di sekolah, walaupun ada keraguan sebagai orang tua.

“Kita mau bagaimana lagi, ini pandemi. Penyakit aneh. Saya terima kasih walau ada keraguan saat anak harus belajar lagi di sekolah, tapi ini lebih baik dari pada di rumah,” ungkapnya.

Iwan yang anaknya mengenyam pendidikan di SMP Negeri 2 Nabire ini mengaku terus memotivasi dan mengarahkan anaknya untuk terus belajar, apa lagi akan menghadapi ujian akhir nanti.

“Kalau saya tidak akan paksakan anak. Saya hanya selalu pesan anak-anak bahwa masa depan ada di tanganmu, bukan bapak atau mama. Alhamdulilah anak saya ada belajar terus untuk hadapi ujian,” tutupnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Related posts