Papua No.1 News Portal | Jubi
Port Moresby, Jubi – Perdana Menteri Papua Nugini James Marape mengatakan dia harus melakukan berhati-hati untuk memulihkan kekuasaan dan kepercayaan akan kepemimpinannya, dan untuk terus memerintah bangsa.
Ini ia mulai dengan meneruskan komunikasinya dengan para anggota parlemen pemerintah yang telah membelot ke oposisi pada 13 November, menyampaikan kepada mereka tentang ‘restrukturisasi kabinet’ yang ia rencanakan, serta berbagai ide baru yang difokuskan pada ‘generasi pemimpin berikutnya yang menuntun PNG ke tahun 2020-an.’
Marape menunjuk kabinet yang baru akhir pekan lalu, termasuk didalamnya lima orang yang baru menjadi menteri untuk pertama kali, dan reshuffling kementerian kepada sejumlah MP yang senior dalam pemerintahan koalisi yang kini dia pimpin, memastikan ada keseimbangan antara partai-partai dan kepentingan daerah.
“Kepentingan yang berbeda, dari kepentingan partai, kepentingan daerah, dan banyak dinamika lainnya (harus) dipertimbangkan untuk memastikan kita tidak kompromi dengan agenda kinerja nasional kita,” katanya.
“Saya ingin pemimpin-pemimpin kita berpikir dan berkonsentrasi pada generasi berikutnya. Kita menyusun kabinet ini untuk fokus pada bagaimana negara ini bisa maju di tahun 2020-an. Kabinet ini dapat membawa kesegaran dalam pemerintahan kita dan memastikan kita bergerak ke arah yang tepat.”
Hanya 13 dari 33 menteri yang tetap mempertahankan portofolio yang mereka miliki sebelum 13 November.
Salah satunya, MP dari Kompiam-Ambum, John Pundari, MP yang pertama kali kembali ke sisi Pemerintah, telah dilantik sebagai Menteri Keuangan dan Pembangunan Pedesaan.
Pundari, yang juga pemimpin Partai Liberal, berterima kasih kepada Marape karena telah mengalokasikan dua kementerian (Menteri Imigrasi adalah Westley Nukundj) ke partainya, meskipun keduanya membelot ke Oposisi kemudian kembali.
Ia tidak melihat pengangkatannya ke kabinet sebagai imbalan untuk kembali ke Pemerintah.
“Kita memiliki alasan yang bagus untuk kembali ke pemerintah.” (The National)
Editor: Kristianto Galuwo
