TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Jurnalis Meksiko desak presiden hentikan kekerasan terhadap pekerja media

Papua
Kebebasan pers, pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Mexico City, Jubi – Para jurnalis Meksiko mendesak Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mengakhiri serentetan kekerasan yang telah menewaskan lima pekerja media tahun ini. Dorongan itu dilakukan dengan demonstrasi di Tijuana, sebuah kota perbatasan Meksiko, pada Kamis (17/2/2022) kemarin.

Mereka menjalankan aksi  protes itu di dalam dan di luar barak-barak militer di Tijuana, tempat Lopez Obrador mengadakan konferensi pers pagi.  Dua dari lima pekerja media yang tewas tahun ini dibunuh di Tijuana dan protes terjadi pada saat presiden meningkatkan serangan verbalnya terhadap jurnalis.

“Profesi kami sangat terluka. Seperti di seluruh Meksiko, kami bekerja di bawah bayang-bayang diserang dan dibunuh karena pekerjaan kami, dan kejahatan yang dilakukan terhadap kami tidak diatasi,” kata reporter lokal Sonia de Anda selama konferensi itu, dikutip Antara dari Reuters.

Baca juga : Kekerasan terhadap jurnalis kali ini menimpa jurnalis foto meksiko tewas ditembak
Jurnalis peliput kriminal di Meksiko tewas dibunuh
Jurnalis di meksiko dan India dibunuh

Lopez Obrador mengatakan dia menyesali kematian itu dan bahwa tidak akan ada impunitas dalam kasus tersebut. meskipun dia kemudian mengecam jurnalis “bayaran” yang katanya didanai oleh “penjaja pengaruh” dan Amerika Serikat untuk menyerangnya.

Dalam konferensi pers harian, komentar-komentar sengit presiden itu muncul setelah ia selama berhari-hari dihujani kritik tajam karena Lopez Obrador berulang kali menyiarkan dugaan jumlah gaji penyiar berita terkenal Meksiko, Carlos Loret de Mola.

Kecaman Lopez Obrador terhadap Loret muncul setelah reporter itu menerbitkan sebuah laporan, yang berisi tuduhan bahwa salah satu putra presiden tinggal di sebuah rumah di Texas milik seorang eksekutif perusahaan yang melakukan bisnis dengan perusahaan minyak negara Petroleos Mexicanos (Pemex).

“Kami meminta Anda untuk menghentikan pesan kebencian terhadap profesi secara umum, yang menempatkan kita semua dalam situasi yang sama,” kata wartawan bernama Alejandra Guerra di luar konferensi pers.

Serangkaian kekerasan terhadap jurnalis di negara itu telah menempatkan Lopez Obrador di bawah tekanan internasional, termasuk oleh anggota parlemen Amerika Serikat.

Protes yangd ilakukan Kamis kemarin terbaru yang diusung oleh wartawan di negara itu. Awal pekan ini, kalangan pers yang meliput Kongres negara itu berbalik sikap terhadap para legislator, seraya meneriakkan “Kami ingin tetap hidup!” (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us