Papua No.1 News Portal | Jubi
Nabire, Jubi – Jenazah Anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Timika Wanimbo yang gugur dalam kontak tembak dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kampung Wuloni Distrik Ilaga diperabukan di Samping lapangan sepak bola Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Jumat 14 Mei 2021.
“Dia diperabukan dengan cara tradisi orang Lani ketika mereka dalam medan perang lalu meninggal kena anak panah atau peluru biasanya diperabukan. Selain kena peluru juga apabila masyarakat terkena racun atau (Niggiriak ; Bahasa Lany) biasanya jenazah mereka diperabukan,” kata sumber Jubi, Jumat (14/5/2021).
Sumber Jubi itu mengatakan, Tentara Nasional Indonesia – TNI menembak mati Timika Wanimbo pada pukul 07.16 WP kemarin, dan sampai hari ini sekira Pukul 14.00 Waktu Papua, baru diserahkan TNI ke pihak keluarga.
“Upacara perabuan jenazah Timika Wanimbo dihadiri oleh keluarga besarnya. Mereka bersepakat bahwa tidak ada acara kedukaan,” katanya.
Sementara kepada Jubi, Lekagak Telenggen mengakui satu anggota TPNPB menjadi korban penembakan. Anggota itu atas nama Timika Wanimbo.
“Yang meninggal dunia itu. Bukan Lesman Wakerkwa yang benar anggota saya itu namanya Timika Wanimbo,” katanya.
Sebelumnya, Komandan Operasi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Lekagak Telenggen mengatakan, sejak Rabu 13 Mei 2021 terjadi Kontak Senjata antara TNI/Polri dengan TPNPB di Kampung Upaga, Distrik Gome.
“Namun pada hari ini pukul 11.20 WP baku tembak di kampung Wuloni distrik Ilaga dan pada pukul 10.00 WP terjadi baku tembak di terowongan kampung Tegelobak, Distrik Gome,” tulisnya dalam pesan singkat, Kamis (13/5/2021).
Telenggen mengatakan salah seorang anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atas nama Timika Wanimbo ditembak mati oleh TNI Polri dan meninggal dunai di kampung Wuloni distrik Ilaga, Kabupaten Puncak Papua.
Telenggen mengatakan, saat itu jenazah Timika Wanimbo masih ada dengan TNI.
Sumber Jubi mengatakan, warga dari Olen, Wuloni, Gome, Tegelobak masih mengungsi di halaman rumah Kepala Dinas Sosial Kabupaten Puncak, dan menyebar di kota Ilaga.
“Sebelumnya mereka mengungsi di halaman rumah kepala dinas sosial. Mereka lebih dulu mengungsi di halaman Kantor Bupati Puncak. Tapi kemudian mereka pindah ke rumah Kadinsos,” katanya.(*)
Editor: Edho Sinaga
