Papua No. 1 News Portal | Jubi
Manokwari, Jubi – Briptu Dance Robert Mauri, korban hilang saat melakukan penyelaman dangkal (molo) di sekitar pantai Bakaro Manokwari Timur, 4 November 2019 lalu ditemukan meninggal dunia di pesisir pantai Kampung Aipiri Distrik Manokwari Timur.
Juru bicara kantor SAR Manokwari M.Hairul mengatakan, korban ditemukan oleh nelayan Kampung Aipiri, Rabu (13/11/2019) sekira pukul 12.14 WP. Selanjutnya, nelayan tersebut melaporkan penemuan jasad korban kepada Tim Reaksi Cepat (TRC) Pantai Manokwari dan informasi itupun diteruskan ke kru penyelamat SAR dan Pol Air Manokwari.
“Jasad korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan SAR Manokwari dari lokasi penemuan awal ke dalam Speedboat Polisi ke dermaga Pol Air Polres Manokwari untuk selanjutnya diantar ke kamar Mayat RSUD Manokwari sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Hairul dalam rilisnya.
Sebelumnya, Tim SAR telah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk menghentikan pencarian setelah tujuh hari pencarian dinyatakan nihil.
“Benar, kita sempat menutup operasi pencarian karena tujuh hari tidak ditemukan. Tapi hari ini sudah ditemukan, dan kami sudah serahkan jenazah korban kepada keluarga, maka operasi pencarian korban kami tutup,” kata Hairul.
Sementara, Iptu Aris Patandung, Kasat pol air Polres Manokwari mengatakan pihak Polres Manokwari belum dapat memberikan keterangan terkait hasil otopsi medis terhadap kondisi fisik korban.
“Itu kewenangan tim medis, kami belum bisa beri keterangan,” ujarnya.
Aris mengatakan, korban adalah anggota unit tahanan dan barang bukti (Tahti) Polres Manokwari, yang bertugas mengurus tahanan dan barang bukti di Polres Manokwari.
Sebelumnya, Polisi juga sudah melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan dari dua rekan korban yang saat kejadian bersama-sama korban melakukan penyelaman di pantai Bakaro.
“Dua rekan korban sudah dimintai keterangan, saat itu mereka sudah selesai molo dan menepi ke daratan tapi lokasi yang mereka molo itu memang bergelombang, ketika keduanya sudah sampai di darat , korban dari belakang tapi dihantam gelombang dan terseret,” ujarnya. (*)
Editor : Edho Sinaga
