Papua No. 1 News Portal | Jubi
Makassar, Jubi – Anggota komisi bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM DPR Papua, Laurenzus Kadepa menyatakan siapapun nantinya yang mengemban jabatan Sekretaris Daerah atau Sekda Papua, mesti benar-benar memiliki kompetensi.
Ia mengatakan, Sekda Papua nantinya harus benar-benar dan memahami sistem pemerintahan, karena posisi itu merupakan jabatan karir birokrasi, bukan jabatan politik.
Pernyataan itu dikatakan Laurenzus Kadepa terkaitnya ada dukungan sejumlah pihak kepada calon tertentu yang kini mengikuti proses seleksi atau lelang jabatan Sekda Papua.
Ia menyatakan tidak sependapat jika ada yang mengatakan harus orang asli Papua yang menjabat Sekda di Provinsi Papua.
“Ini bukan jabatan politik. Siapapun berhak, selama memenuhi syarat dan memiliki kemampuan. Kecuali jabatan gubernur dan wakil gubernur, itu harus orang asli Papua,” kata Kadepa melalui panggilan teleponnya, Jumat petang (26/6/2020).
Sebanyak lima calon kini mengikuti proses lelang jabatan Sekda Papua. Mereka adalah Doren Wakerkwa, Yulian Flassy, Basiran, Juliana J Waromi, dan Demianus Wasuok Siep.
Ia berharap, tak ada pihak-pihak yang berupaya mengintervensi tim seleksi Kementerian Dalam Negeri, untuk meloloskan calon tertentu.
Tim seleksi mesti diberi kebebasan melaksanakan tugasnya sesuai mekanisme dan aturan, agar dapat menghasilkan pejabat yang benar-benar memiliki kemampuan mengelola birokrasi di lingkungan Pemprov Papua.
Katanya, siapapun nanti calon yang dinyatakan layak mengemban amanat membantu gubernur dan wakil gubernur melaksanakan pemerintahan di Papua, itulah yang terbaik menurut.
“Jangan karena jabatan ini, kita menciptakan sekat-sekat di masyarakat Papua,” ujarnya.
Awal pekan ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Papua, Nikolaus Wenda mengatakan, ada beberapa tahapan yang mesti dilalui calon Sekda Papua. Tahapan itu yakni, administrasi, penilaian psikologi dan wawancara.
“Setelah itu baru diketahui hasil seleksi calon Sekda Papua. Belum tahu siapa nantinya yang akan lolos seleksi,” kata Wenda.
Katanya, hasil seleksi nantinya akan diserahkan kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe untuk melantik Sekda defenitif.
“Kalau ada isu berkembang di luar [bahwa calon prioritas dalam seleksi Sekda Papua], itu tidak benar. Kita tunggu saja hasil seleksi dari Mendagri,” ujarnya. (*)
Editor: Edho Sinaga
