Iran sumbang pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jakarta, Jubi – Penasihat Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Mohsen Araki menyatakan pihaknya siap bekerja sama dan berkontribusi atau menyumbang dalam pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia oleh Pemerintah RI.

"Kami siap bekerja sama dengan Indonesia saat universitas itu selesai dibangun," kata Ayatollah Mohsen Araki usai menemui Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Dia menjelaskan, pihaknya siap berkontribusi dengan mengirimkan dosen dan guru yang bisa berpartisipasi memberikan ilmu pengetahuan dan pemahaman tentang Islam. Selain itu, mereka juga siap untuk mengirimkan mahasiswa dari Iran untuk belajar di universitas tersebut.

Deputi Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) bidang Politik Dewi Fortuna Anwar yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan Wapres Kalla juga menyampaikan tentang rencana Indonesia mendirikan Universitas Islam Internasional.

"Wapres menyoroti bahwa selama ini banyak mahasiswa Indonesia yang belajar ke negara-negara di Timur Tengah seperti ke Mesir, Yaman dan lainnya. Tetapi dengan banyaknya konflik di Timteng, Wapres mengkhawatirkan bagaimana mahasiswa kita belajar akhlak di negara yang penuh konflik tersebut," ujar Dewi Fortuna.

Maka ada keinginan supaya Indonesia bisa menjadi pusat pemikiran Islam yang baru, yang bisa mengajarkan Islam yang damai. Disepakati juga bahwa pemahaman antarmazhab yang berbeda juga perlu diajarkan oleh orang-orang yang ahli.

Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden tentang Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia pada 13 Juli 2016. Pendirian universitas tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan peradaban Islam di Indonesia ke dunia internasional. (*)
 

Related posts