TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Ini sejumlah pasokan tekhnologi Ukraina yang dibutuhkan Cina

Cina Papua
Simbol komunis china, pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi –  Cina sangat membutuhkan pasokan tekhnologi dari Ukraina berupa peralatan dan sumber daya manusia untuk pengembangan peralatan militer. Termasuk jet tempur, meski dibayang-bayangi tekanan Amerika Serikat.  Analis militer dan diplomat ditulis Tempo.co dari Reuters, menyebutkan hubungan dagang Cina – Ukraina akan semakin sulit ketika Rusia sedang berkonflik dengan Ukraina saat ini.

Frustrasi Ukraina atas hubungan Beijing yang berkembang dengan Moskow dan ketidakpastian atas bentuk ekonomi dan pemerintah pascaperang dapat mengancam hubungan itu.

“Ukraina selalu menjadi tempat berburu yang baik bagi teknisi militer Cina. Ada banyak hal di sana, dan dalam beberapa kasus lebih mudah untuk mendapatkannya daripada dari Rusia,” kata analis militer Cina yang berbasis di Moskow, Vasily Kashin dari Universitas HSE.

Baca juga : 1.700 warga Cina dievakuasi dari Ukraina
Cina tetap jalin kerja sama dagang dengan Rusia
Rusia rebut pembangkit listrik nuklir chernobyl Ukraina

Ia mengatakan Ukraina atas dukungan diplomatik Cina untuk Rusia di tengah ketidakpastian pasca-perang lainnya.

“Hubungan seperti itu akan benar-benar hancur,” katanya.

The Economic Times, akhir Mei 2020 lalu menyebut  keberadaan kepala kapal induk kedua Cina Shandong menggunakan teknologi Ukraina.

Sedangkan hasil pelacakan Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) menyebut Cina telah membeli mesin untuk pesawat latih, kapal perusak dan tank serta pesawat angkutnya dari Ukraina, di luar akuisisi profil tinggi dari badan kapal yang dibangun sebagian dari salah satu kapal induk terakhir Uni Soviet dan badan pesawat jet tempur Su-33.

Atase militer yang berbasis di Asia mengatakan, Ukraina telah lama dicurigai sebagai sumber dari beberapa sistem komando, kendali dan teknologi lain yang digunakan dalam pengembangan misil Cina, termasuk sejumlah teknisi telah bekerja secara pribadi di sana.

Pekerjaan ini diperkirakan terus berlanjut bahkan jika hubungan resmi memburuk atau menjadi sulit, kata mereka. “Satu keuntungan tradisional bagi Cina di Ukraina pada umumnya adalah situasi keamanan yang lebih lancar daripada Rusia, sehingga memungkinkan untuk melakukan sesuatu secara tidak resmi,” kata seorang atase militer. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us