Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Oh In-Kyun adalah gelandang bertahan yang saat ini bermain untuk Mutiara Hitam julukan Persipura di kompetisi Shopee Luga 1 2019. Namun didua laga Persipura terakhir, pemain asal Korea Selatan tersebut harus berubah posisi sebagai pemain sayap.
Kendati diubah posisinya oleh JFT, In-Kyun yang pernah membela Persib Bandung tersebut tidak mempersoalkan posisinya dirotasi oleh sang pelatih.
Oh In-kyun pun mengaku siap dimainkan di posisi mana saja sesuai dengan keinginan pelatih. Meski dirinya sempat mengalami kesulitan dengan adaptasi di posisi yang berbeda.
“Tidak masalah. Memang sedikit kesulitan kalau pertama kali main di posisi yang berbeda,” kata Oh In-Kyun menjawab pertanyaan Jubi melalui pesan singkatnya, Minggu (28/7/2019).
Sang pemain memang sempat terlihat bermain di posisi yang berbeda dalam beberapa laga terakhir. Posisi gelandang berusia 34 tahun ini kerap terlihat bergeser ke sektor sayap. Ia pun mengaku jika dirinya memang pernah bermain di posisi sayap di awal-awal kariernya di sepak bola.
“Itu memang bukan posisi yang baru bagi saya, karena awalnya saya sering bermain di posisi sayap juga. Jadi tidak masalah. Pokoknya saya diberikan posisi di mana saya selalu siap. Sekarang saya sedang terus adaptasi juga supaya bisa cocok dalam permainan tim,” ujarnya.
Sejauh ini Oh In-kyun sendiri masih menjadi andalan di Persipura Jayapura. Pemain sepak bola kelahiran 29 Januari 1985 itu sudah tampil sebanyak sembilan kali di Liga 1 2019.
Sebelumnya, JFT kepada Jubi sebelum tim bertolak ke Jakarta untuk melakoni laga tandang menghadapi Bhayangkara FC mengatakan, dirinya menyempatkan dirinya untuk bertemu atau berdiskusi dengan salah satu pemain asingnya asal Korea Selatan yaitu Oh In-Kyun.
“Dia (Oh In-Kyun) butuh masukan makanya dia datang kepada saya. Kyun-kan saya tarik dia keluar pada babak kedua dan saya masukkan Gunansar Mandowen, makanya dia datang dan menanyakan apakah permainannya kurang sehingga dirinya diganti?” kata JFT.
“Saya katakan, kamu tidak bermain jelek, kamu luar biasa dalam pertandingan tersebut. Saya tidak melihat permainan secara individu tetapi saya melihat tim secara keseluruhan. Saya bilang ke Kyun, kamu pilih yang mana, kamu bermain bagus dalam pertandingan tersebut lalu Persipura kalah ataukah kamu bermain sesuai harapan saya dan Persipura menang?” ujarnya lagi.
Itulah sepak bola, kata JFT. Dalam sepakbola, seorang pelatih tidak boleh egois dengan memasang pemain yang disukainya tetapi harus melihat performa tim secara keseluruhan, dan juga harus menbgerti pola dan gaya permainan dari lawan tandingnya.
“Saya tidak bisa memasang pemain seenak saya. Saya harus menganalisa satu-satu pemain lawan. Setelah saya menganalisa kekuatan dan kelemahan pemain lawan, baru saya bisa menentukan pemain mana yang bisa saya turunkan atau tidak. Skema babak pertama seperti apa, dan skema babak kedua seperti apa. Kita mengejar kemenangan, bukan hasil imbang atau kalah. Itu yang saya lakukan selama saya di Persipura beberapa waktu silam, dan saat ini saya lakukan kembali,” katanya. (*)
Editor: Edho Sinaga
