Ini kriteria wagub versi koalisi Papua Bangkit

Ketua koalisi Papua Bangkit, Matius Awoitauw bersama Sekretaris koalisi Kusmanto. - Jubi/Alex

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Koalisi Papua Bangkit jilid II, Matius Awoitauw angkat bicara soal kekosongan kursi Wakil Gubernur (Wagub) Papua. Salah poin yang wajib dikantongi pengganti almarhum Klemen Tinal yang meninggal pada 21 Mei 2021 yakni, harus cocok (sehati dan sejalan) dengan Gubernur Lukas Enembe.

“Kami belum membicarakan itu, tetapi yang layak jadi pengganti itu harus cocok dengan gubernur,” kata Matius Awoitauw yang kini menjabat Bupati Kabupaten Jayapura dan Ketua DPD Nasdem di Jayapura, Minggu (13/6/2021).

Read More

Dirinya menyampaikan, penunjukan pengganti Wagub baru akan dibicarakan dengan seluruh partai koalisi setelah 40 hari kepergian almarhum. Disamping itu, partai koalisi juga akan mendengar padangan dari Gubernur Lukas Enembe, sebab berpasangan itu harus cocok.

Ia tegaskan, kekosongan kursi Wagub menjadi tanggung jawab koalisi untuk bagaimana proses pengisian, sebab koalisi politik berlangsung selama 5 tahun.

“Jadi selama pemerintahan ada, koalisi partai terus mendampingi gubernur dan wakil gubernur sampai habis masa jabatan,” ujarnya.

Dengan demikian, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersabar, sebab koalisi dalam waktu dekat baru akan melakukan pertemuan guna mendengar pandangan masing-masing partai terkait proses.

“Apabila di media sosial kelompok-kelompok sudah mulai membicarakan soal wakil gubernur, tetapi sesungguhnya koalisilah yang akan sampaikan secara resmi soal rekrutmen calon wagub sisa waktu yang ada,” ujarnya.

Matius Awoitauw menambahkan, mekanisme penunjukan Wagub Papua pasti akan jalan sesuai perundang-undangan yang berlaku. Untuk itu, ia meminta masyarakat bersabar karena partai koalisi menghargai keluarga yang masih berduka.

“Proses ini tidak akan terlalu lama mengingat pemerintahan dengan sejumlah agenda besar, sehingga membutuhkan seorang wakil gubernur,” katanya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Koalisi jilid II, Kusmanto. Dirinya mengatakan pihaknya tetap akan menunggu keputusan-keputusan dari semua pihak dan itu akan dilakukan setelah 40 hari.

“Yang jelas sesuai mekanisme yang ada, koalisilah yang akan memutuskan siapa yang akan mengganti posisi almarhum,” katanya.

“Jika ada muncul nama-nama itu kami anggap aspirasi, yang jelas koalisilah yang akan memutuskan,” kata Kusmanto.

Ia tegaskan, semua partai yang tergabung dalam koalisi memiliki posisi yang sama, makanya mereka akan membicarakan lebih dulu.

Terpisah, Sekretaris DPD Golkar Papua, Yacob Ingratubun, mengatakan partai berlogo pohon beringin sampai saat ini belum membicarakan terkait pengganti almarhum Klemen Tinal sebagai Wagub Papua.

DPD Golkar Papua masih menunggu konsolidasi Dewan Pengurus Pusat untuk penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) ketua.

“Kami belum bahas soal itu, kita tunggu Plt Ketua DPD Golkar Papua dulu, baru prosesnya setelah Musda kabupaten selesai, sebab sejauh ini masih ada 14 kabupaten yang belum melaksanakan,” kata pria yang akrab dipanggil Yoppy. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts