Provinsi Hubei di China pusat epidemi virus corona
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Beijing, Jubi – Provinsi Hubei di China, pusat epidemi virus corona melaporkan 45 korban meninggal terbaru mencapai 249 jiwa. Komisi kesehatan setempat juga telah mengkonfirmasi 1.347 kasus infeksi baru pada 31 Januari, dengan total mencapai 7.153 pada akhir pekan.
Wuhan, ibukota provinsi Hubei, tempat virus itu diduga berasal, melaporkan 576 kasus baru yang dikonfirmasi pada hari itu, dan juga melaporkan 33 kematian akibat virus itu. Sebanyak 192 orang di Wuhan telah tewas.
Baca juga : WHO umumkan corona sebagai darurat internasional
Perbatasan PNG-Papua Barat ditutup pasca-virus Corona
China akan hukum pejabat yang malas perangi virus corona
Provinsi ini tetap berada di bawah karantina yang mutlak, dengan jalan ditutup dan transportasi umum ditutup, tetapi sejumlah kecil pelancong ada yang masih melanggar ketentuan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan wabah itu sebagai darurat kesehatan publik sehingga menjadi perhatian internasional.
Sedankan Spanyol telah mengkonfirmasi kasus pertama virus corona di negara itu setelah seorang pria didiagnosis di pulau terpencil La Gomera di Canary.
Pasien itu adalah bagian dari kelompok yang terdiri dari lima orang yang sedalam diobservasi di pulau itu dan diisolasi pada Kamis, (29/1/2020), setelah ditemukan beberapa dari mereka telah melakukan kontak dengan seorang pria Jerman yang didiagnosis dengan virus tersebut.
Diagnosis dari Pusat Nasional Mikrobiologi Spanyol datang tidak lama setelah sebuah pesawat yang mengangkut sekelompok 27 warga negara Uni Eropa dari pusat virus di kota Wuhan, China mendarat di Madrid.
Tak satu pun dari orang-orang Spanyol yang dipulangkan menunjukkan gejala-gejala virus, tetapi mereka akan dikarantina di rumah sakit militer di Madrid dan dikarantina di bawah pengawasan selama 14 hari.
Tercatat empat warga Denmark dan satu warga Norwegia yang juga naik pesawat akan diterbangkan kembali ke negara asal mereka.
Menteri Kesehatan Salvador Illa akan memimpin pertemuan tingkat menteri pada Sabtu untuk membahas tanggapan Spanyol terhadap wabah tersebut, yang telah menginfeksi lebih dari 9 ribu orang dan menewaskan lebih dari 200 orang di seluruh dunia.
Organisasi Kesehatan Dunia mendeklarasikan epidemi tersebut sebagai darurat internasional pada Kamis, dengan kasus-kasus dikonfirmasi di hampir 20 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Jerman. (*)
Editor : Edi Faisol
