Hingga September 2018, Bank Papua bukukan laba Rp 203 miliar

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Hingga September 2018, Bank Papua mencatatkan kinerja yang baik ditandai dengan kenaikan laba bersih sebesar 24,01 persen atau sebesar Rp 203,647 miliar dari target Rp 164,217 miliar.

Direktur Operasional Bank Papua, Isak Wopari, optimis dengan upaya yang dilakukan seperti ekspansi kredit secara prudent, meningkatkan free based income dan melakukan perbaikan kualitas aset bank Papua akan bisa mencapai target laba sebesar Rp 290 miliar di akhir tahun 2018 nanti.   

“Kinerja capaian laba bersih didorong oleh adanya pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) disertai dengan perbaikan kualitas aset,” ujar Direktur Operasional Bank Papua, Isak Wopari, kepada wartawan, Senin (7/10/2018).

Menurut Wopari, pertumbuhan pendapatan ini dikarenakan beberapa hal seperti pertumbuhan pendapatan bunga kredit khususnya dari kredit konsumtif dan kredit UMK, pertumbuhan pendapatan free based income yang berasal dari bank garansi serta komisi atas transaksi di mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) Bank Papua maupun penggunaan kartu debit Bank Papua serta diimbangi dengan perbaikan kualitas kredit.

Wopari optimis capaian kinerja yang baik di triwulan III 2018 akan tetap meningkat sampai akhir tahun 2018, dimana terlihat pada triwulan III 2018 Bank Papua mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga ( DPK ) sebesar 3,68 persen dari triwulan II 2018 yang didominasi oleh dana murah (CASA) yang komposisinya mencapai 86,94 persen dari total dana yang terhimpun.

“Disamping itu,  masih terbuka ruang bagi kredit yang ditandai dengan Loan to Deposit Rasio (LDR) sebesar 63,66 persen pada triwulan III tahun 2018,” kata Wopari.

Sementara ini, kata Wopari, Bank Papua akan fokus peningkatan pendapatan di tahun 2018 dengan melakukan ekspansi kredit dengan realisasi penyaluran kredit konstruksi dan konsumsi dengan prinsip kehati-hatian.

“Tetap kita menyalurkan kredit akan tetapi kita akan lebih hati-hati,” ujarnya.

Terkait dengan penyaluran KUR, Bank Papua telah menyalurkan KUR sebesar Rp 37,832 miliar dengan terbagi kepada KUR Mikro sebesar Rp 5,245 miliar dan  Kecil sebesar Rp 32,587 miliar kepada kurang lebih 600 debitur.

Bank Indonesia Perwakilan Papua memprediksi perekonomian Papua di triwulan III tahun 2018 akan mengalami perlambatan yang ditengarai karena penurunan kinerja pertambangan. Namun perlambatan pertumbuhan ekonomi yang lebih dalam bisa tertahan oleh baiknya kinerja lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan.

“Pada triwulan III 2018 pertumbuhan ekonomi Papua diperkirakan kembali mengalami perlambatan dan berada di kisaran 5,3 – 5,7 persen (yoy),” ujar Kepala Tim Advisory Ekonomi Keuangan Perwakilan BI Provinsi Papua, Fauzan, di sela kegiatan KEKR bulan Agustus, di Kota Jayapura, Rabu (12/9/2018).

Secara agregat, kata Fauzan yang mewakili Kepala Perwakilan Bank Indonesia perwakilan Papua,  perekonomian Papua tahun 2018 berpotensi tumbuh lebih tinggi dari tahun 2017.

“Kenaikan kuota ekspor tahun 2018 dan puncak produksi pertambangan terbesar di Papua diperkirakan akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Papua mencapai kisaran 9,36 – 9,76 persen (yoy) lebih tinggi dibanding 2017 yang sebesar 4,64 persen (yoy),” ujarnya. (*)

Related posts