Beberapa program prioritas berupa infrastruktur dan lainnya dipangkas agar ke depan tidak terjadi defisit, pertimbanganya juga terjadi pengurangan Dana Otonomi Khusus dari Rp110 miliar menjadi Rp64 miliar.
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo memangkas beberapa program pembangunan guna menghindari defisit anggaran pada 2020. Beberapa program prioritas berupa infrastruktur dan lainnya dipangkas agar ke depan tidak terjadi defisit, pertimbanganya juga terjadi pengurangan Dana Otonomi Khusus dari Rp110 miliar menjadi Rp64 miliar.
“Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2020 Kabupaten Yahukimo sebesar Rp1.552.169.680.016 atau turun 6 persen dibanding tahun sebelumnya yakni Rp1.658.155.307.501,88,” kata Bupati Yahukimo Abock Busup, Kamis, (9/1/2020)
Baca juga : APBD 2020 Kabupaten Yahukimo turun 6 persen
APBD Keerom tidak dipangkas untuk PON 2020
Pemprov Papua baru menyerap 66 persen APBD-P 2019
Menurut Abock, penurunan jumlah APBD 2020 karena selama ini Yahukimo mendapat dana dari pusat tetapi tidak di transfer ke daerah.
“Apalagi program 2019 tidak ada pembayaran ke pihak ketiga sehingga terjadi defisit, jadi tahun ini anggaran yang dikurangi sebesar Rp105.985.689.485,88,” ujar Busup menambahkan.
Dia menjelaskan APBD Yahukimo lebih cepat disetujui karena tahun ini ada agenda Pilkada, hal ini untuk mendukung kinerja KPU, Bawaslu dan pihak terkait bisa menjalankan tugasnya.
Tercatat anggaran Pilkada yang dikelola KPU sebesar Rp75 miliar, Bawaslu Rp20 miliar, TNI dan Polri Rp6 miliar.
“Bahkan dana tahap pertama untuk KPU dan Bawaslu sudah diberikan, yang mana masing-masing sebesar Rp2 miliar,” katanya.
Busup mengimbau kepada seluruh jajaran di Yahukimo segera menjalankan program-program prioritas secara optimal, sehingga kepentingan rakyat dapat terlayani secara maksimal. (*)
Editor : Edi Faisol
