Harga pisang cenderung stabil

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Harga jual pisang di pasar sentral Hamadi, Kota Jayapura, cenderung stabil dibanding buah lain.  Hal ini disebabkan oleh karakter buah pisang yang mudah berbuah tanpa mengenal musim. Pantauan Jubi di pasar tersebut  menunjukan harga pisang antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kilo gram sesuai dengan beragam jenis.

“Masih stabil jarang naik, Rp 20 ribu untuk pisang tanduk, Rp 15 ribu pisang raja cerai. Pisang ambon juga Rp 20 ribu per kilo,” kata Saeful, seorang pedagang pisang di pasar Hamadi, Kota Jayapura, Jum’at (15/9/2017).

Saeful menyebutkan harga pisnag itu beda dengan beberapa jenis buah lain yang umumnya didatangkan dari luar Papua. “Tidak ada kenaikan sepertii buah lain,” ujar Saeful menjelaskan.

Rata-rata pisang yang ia jual dikirim dari kawasan Koya Timur, Koya Barat, Koya Koso dan Arso, Kabupaten Keerom. Stabilnya harga jual itu juga dipengaruhi kemudahan akses distribusi yang cenderung dekat sehingga  tak memerlukan biaya pengiriman yang mahal.

Menurut Saeful, kenaikan harga pisang biasanya terjadi saat hasil panen turun akibat terserang hama, bencana alam dan tingginya permintaan dari luar Papua. Ia mencatat stabilnya harga pisang tersebut memberikan dampak terhadap omzet penjualan harian.

"Kalau omzet bisa mencapai Rp 500 ribu hingga Rp700 ribu, yang paling ramai biasanya pada hari-hari besar seperti bulan Ramadhan, Idul Fitri dan untuk keperluan pesta perkawinan," katanya.

Husnia, seorang ibu rumah tangga mengakui keberadaan salah satu jenis buah itu sudah menjadi makanan pelengkap bagi keluarganya. “Sehingga dalam satu pekan bisa dua atau tiga kali membeli pisang ke pasar,” kata Husnia.

Menurut Husnia, buah pisang yang cenderung murah dan baik untuk konsumsi menjadi alasan dia membeli pisang setiap belanja. “Pisang sudah jadi bagian kebutuhan dalam keluarga saya untuk penutup makan," katanya.

Related posts