Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Harga pinang di Pasar Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, turun drastis. Harga satu karung ukuran 15 kilogram saat ini dihargai Rp100 ribu dari sebelumnya Rp500 ribu.
Seorang penjual pinang di Pasar Hamadi, Dika Burdames mengatakan anjloknya harga pinang saat ini disebabkan melimpahnya stok di pasaran.
“Dari Januari sampai sekarang harga pinang turun karena banyak. Saya beli pinang dari Arso dan Genyem,” kata Dika Sabtu (9/2/2019).
Terkait dengan penjualan, Burdames mengaku sepi pembeli. Dalam sehari hanya beromzet Rp200 ribu. Bila sedang ramai pembeli bisa laku Rp400 ribu hingga Rp1 juta.
“Saya sudah 17 tahun jualan pinang. Saya beli pinang dipohonnya langsung di Arso. Buat makan sehari-hari dan uang belanja anak sekolah,” ungkapnya.
Penjual lainnya, Ona, mengatakan harga pinang ukuran 50 kilogram dari Rp1 juta, kini dijual Rp500 ribu. Anjloknya harga pinang ini sudah berlangsung sejak Januari 2019.
“Pembeli sepi, kadang laku hanya Rp500 ribu. Kalau lagi ramai saya bisa dapat Rp800 ribu sampai Rp1 juta. Tidak tau sampai kapan pinang murah. Sekarang lagi banyak pinang,” jelasnya.
Untuk bisa menjual pinang, yang menjadi sumber penghidupannya sehari-hari dan anaknya, Ona mendatangkan pinang dari Arso dan Genyem.
“Tetap dijalani yang penting semangat. Kadang saya beli di Abepura. Sepi pembeli sekarang, kadang lakunya satu hari Rp100. Kalau ada langganan enak, tapi kalau datang terlambat tidak dapat langganan karena sudah ambil sama orang lain,” ungkapnya. (*)
Editor : Edho Sinaga
