Harga karet anjlok, masyarakat Bade beralih ke gambir

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Merauke, Jubi – Wakil Bupati Mappi, Jaya Ibnu Su’ud, mengakui kalau masyarakat di kampung-kampung di Distrik Edera (Bade), tak lagi menyadap getah karet setelah harga anjlok dalam beberapa tahun terakhir.

“Memang sekarang, masyarakat lebih fokus dengan masuk ke hutan, menebang pohon gambir, sekaligus mengambil kulitnya, lalu dicincang dan dijemur,” ungkap Wabup Jaya, kepada wartawan, di Hotel Iteze Merauke, Kamis (15/3/2018).

Sebenarnya, lanjut Wabup Jaya, tanaman karet sangat menjanjikan. Hanya saja, harganya ‘jatuh’ sehingga masyarakat beralih ke gambir.

“Namun demikian, pemerintah telah mengingatkan kepada masyarakat agar tetap mempertahankan dan menjaga tanaman karet karena memiliki prospek ke depan sangat bagus,” ujarnya.

Khusus gambir, katanya, selama ini masyarakat menjual kepada pengepul di Bade. Selanjutnya, diangkut dengan kapal tujuan Surabaya.

“Untuk harganya, saya belum mengecek secara pasti. Tetapi jelasnya, itu yang menjadi salah satu komoditi andalan masyarakat di kampung-kampung di Distrik Edera,” ujarnya.

Kepala Distrik Edera, Yakobus Kontaray, membenarkan masyarakat di kampung-kampung sudah beralih mencari gambir karena saat ini harganya jauh lebih baik dibanding karet.

“Memang dulunya warga menyadap getah karet, tetapi harga tak sesuai dengan hasil kerja keras mereka, akhirnya beralih mencari gambir,” tuturnya. (*)

Related posts