Papua No. 1 News Portal | Jubi ,
Jayapura, Jubi – Gubernur Papua, Lukas Enembe melaporkan perkembangan persiapan PON Papua 2020 kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jumat (5/10/2018) malam.
“Kami laporkan kepada presiden sudah sampai dimana persiapan PON Papua serta kekurangan yang kami dapati di lapangan,” ujar Gubernur Enembe usai bertemu dengan Presiden kepada wartawan.
Lanjut Enembe, hal utama yang dilaporkannya terkait PON Papua ini adalah perkembangan pembangunan stadion utama di Sentani dan venue-venue lainnya.
“Kami juga minta kepada presiden agar dana infrastuktur otonomi khusus tidak hanya dikhususkan untuk infrastruktur saja. Kami minta untuk dialihkan juga bagi pembangunan fasilitas PON,” ujar Enembe.
Selama ini lanjutnya, pemerintah provinsi tidak bisa menggunakan dana tersebut untuk persiapan PON. Dana tersebut memang tidak bisa dialihkan untuk kegiatan lain.
Karena itu Pemerintah Provinsi Papua meminta kepada Presiden Jokowi agar memerintahkan Menteri Keuangan memfasilitasi pengalihan dana otonomi khusus tersebut untuk kebutuhan PON Papua.
PON Papua diperkirakan membutuhkan anggran sekitar 10-15 triliun rupiah.
Beberapa kementerian telah membantu pembangunan infrastruktut PON, diantaranya kementerian pemuda dan olahraga serta kementerian pekerjaan umum.
Kementerian pekerjaan umum telah mengalokasikan dana sebesar 1,2 triliun untuk pembangunan venue senam dan aquatik yang meliputi renang, loncat indah, polo air dan perairan terbuka, serta hoki dan kriket.
Dukungan lainnya adalah pembangunan wisma atlet yang berlokasi di dua distrik, yakni di Distrik Sentani Timur dan Muara Tami. Wisma atlet di masing-masing lokasi tersebut terdiri dari satu tower, tiga lantai dengan 42 unit bangunan dengan tipe 36. Selain itu, Jembatan Holtekamp yang menjadi icon di Papua juga menjadi salah satu dukungan dalam PON XX tahun 2020. Jembatan ini nantinya akan memangkas waktu tempuh dari Holtekamp ke pusat kota Jayapura. (*)
