Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Diperkirakan sekitar 100 ribu anak di Yaman terancam kehilangan nyawanya karena gizi buruk atau kekurangan gizi yang akut. Laporan PBB mengungkap bencana kelaparan itu seiring dengan krisis pangan di negara tersebut.
Pemicu malnutrisi di Yaman kian memburuk pada 2020, sedangkan pandemi Covid-19 berkepanjangan, penurunan ekonomi, banjir, konflik bersenjata yang meningkat, dan berkurangnya dana bantuan membuat warga yang mengalami kelaparan parah di sana meningkat.
“Kami telah memperingatkan sejak Juli bahwa Yaman berada di ambang krisis ketahanan pangan yang dahsyat. Jika perang tidak berakhir sekarang, kami mendekati situasi yang tidak dapat diubah dan berisiko kehilangan seluruh generasi anak-anak Yaman,” kata Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Yaman, Lise Grande, Kamis, (29/10/2020).
Berita sebelumnya : Puluhan ribu Balita Yaman diduga meninggal akibat kelaparan
Satu juta lebih anak gizi buruk di Yaman terancam Kolera
UNICEF: 11 Juta Anak-Anak di Afrika Hadapi Bahaya Kelaparan
Hasil analisis UN Integrated Food Security Phase Classification (IPC) tentang malnutrisi di Yaman selatan menunjukkan kasus gizi buruk akut pada balita dan anak meningkat sekitar 10 persen pada 2020 atau menjadi lebih dari setengah juta anak. Kasus anak-anak dengan malnutrisi akut parah, yang mengancam jiwa, meningkat 15,5 persen menjadi 98 ribu dan seperempat juta wanita hamil atau menyusui membutuhkan perawatan malnutrisi.
Perwakilan PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Jens Laerke, mengatakan Yaman saat ini ibarat sedang berada di ujung tebing. “Dan orang pertama yang jatuh dari tebing itu mereka adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun. Hampir 100 ribu dari mereka menghadapi risiko kematian,” kata Jens.
PBB telah menggambarkan Yaman sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia dengan 80 persen populasinya bergantung pada bantuan kemanusiaan. Seorang pejabat PBB mengatakan PBB berusaha menghidupkan kembali pembicaraan damai untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan lebih dari 100 ribu orang dan mendorong Yaman ke ambang kelaparan.
PBB mengatakan pada pertengahan Oktober ini hanya menerima dana bantuan US$ 1,43 miliar dari US$ 3,2 miliar yang dibutuhkan untuk seluruh tanggapan kemanusiaan Yaman 2020.
Layanan pemenuhan gizi dan lainnya yang bertujuan untuk mencegah jutaan orang dari kelaparan dan penyakit secara bertahap ditutup di Yaman di tengah kekurangan dana yang akut tahun ini. (*)
Editor : Edi Faisol
