Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,4 pada Senin (17/1/2022) pukul 07.25.58 WIB berlokasi di laut pada kedalaman 42 km wilayah Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat adanya deformasi di zona subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,2,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin, dikutip Antara (17/1/2022).
Baca juga : Rumah rusak akibat gempa bumi di Malang mencapai 3.900 unit
Gempa bumi ratusan rumah dan fasilitas publik di Jatim rusak
Sekolah lapangan gempabumi penting untuk Sarmi
Guncangan gempa dirasakan di daerah Bayah, Pandeglang, Cikeusik, Panimbang dengan skala intensitas III MMI dimana getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu.
Di daerah Cikembar, Cireunghas, Pelabuhan Ratu, Sumur, Bogor, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Tambun dengan skala intensitas II – III MMI yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.
Belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 07.42 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo magnitudo 3,9.
“Masyarakat diimbau tetap tenang, pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi,” kata Bambang menegaskan. (*)
Editor : Edi Faisol
