GBI Nabire ibadah syukur peringatan HUT Ke – 49

Pelantikan pengurus GBI wilayah Nabire periode 2019 – 2023. Jubi/Titus

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Gereja Bethel Indonesia (GBI) wilayah Nabire memperingati HUT Ke – 49 Tahun 2019, dalam satu ibadah syukuran yang berlangsung di gereja GBI Karang Mulia Distrik Nabire pada Minggu (6/10/2019). Ibadah syukuran, juga diselingi dengan pelantikan pengurus GBI wilayah Nabire periode 2019 – 2023.

Read More

Ketua Badan Pekerja Wilayah (BPW) GBI wilayah Nabire, Pendeta Otis Monei dalam khotbahnya mengatakan secara Nasional GBI merayakan HUT ke – 49. Selain itu, digelar juga pelantikan badan pengurus sebagai perangkat organisasi dalam membantu ketua dalam pelayanan.

Dikatakan, motto HUT GBI tahun 2019 secara nasional adalah adalah ‘Sehati’. Artinya sehati dengan seluruh pejabat gereja, sehati dengan pemerintah, masyarakat serta umat di dalam gereja bahkan dengan siapa saja tanpa membedakan siapa dia.

Untuk mengimplementasikan ‘sehati’, badan pengurus memiliki program yakni sehati untuk bagi yang kuat untuk mengangkat yang lemah. Misalkan ada jemaat yang mampu seperti jemaat Karang Mulia, sementara ada jemaat – jemaat di pinggiran kota, untuk membangun gedung gereja saja tidak mampu, apalagi rohaninya.

“Ini yang harus kitta sehati untuk mengangkat mereka. Baik secara jasmani maupun rohaninya, melalui program – program yang sudah ada,” katanya.

Lanjut Monei, ada beberapa program yang akan dilaksanakan oleh pengurus wilayah. Yakni pekabaran injil dan misi, ekonomi jemaat lokal, pelayanan administrasi gereja secara berjenjang, diklat dan pembinaan kepada pejabat gereja tentang bagaimana berkhotbah yang baik.

“Semua akan dikolaborasi dalam satu program inti yakni ‘sehati’ untuk kita bina semua jemaat yang ada di Kabupaten Nabire,” terangnya.

Terkait situasi negara dan beberapa aksi di berbagai daerah khususnya di Papua menurut Pendeta Otis Money, GBI tetap sehati dengan siapa saja. Baik dengan OAP, maupun non OAP. Sebab mengingat di dalam satu gereja bukan saja OAP atau non OAP, tetapi beragam.

“GBI tidak membedakan tugas dan tanggungjawab dalam pelayanan dan terpenting adalah berdoa agar negeri ini selalu aman dari segala macam konflik yang terjadi di tanah papua,” tandasnya.

Salah satu umat, Maikel Hermanus berharap, di HUT Ke – 49 ini agar GBI semakin hari makin menjadi berkat dan menjadi contoh bagi masyarakat. Bukan hanya umat GBI, tetapi bisa ke gereja lain bahkan agama lain. Selain itu, GBI bisa memberikan kontribusi yang kelihatan bagi bangsa. Artinya tidak hanya di lingkup gereja tapi bisa berdampak terhadap negara.

“Jadi tidak hanya sekedar bicara tapi benar – benar menjadi garam dan terang. Termasuk harus ada kontribusi bagi Negara,” harap Hermanus.(*)

Editor: Syam Terrajana

Related posts