Enam dari 136 siswa yang diculik di Nigeria meninggal

Ilustrasi Penculikan di Papua
Foto ilustrasi. - pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Minna, Jubi – Enam dari 136 siswa yang diculik dari sebuah sekolah Islam di negara bagian Nigeria utara-tengah, Niger, telah meninggal karena sakit. Kepala sekolah tempat siswa itu belajar mengakatan kepada Reuters, Senin (23/8/2021) kemarin para penculik menuntut uang tebusan untuk membebaskan para siswa.

Read More

Para siswa itu diculik pada Mei lalu, saat geng bersenjata sepeda motor menyerang sekolah itu di Kota Tegina. Geng kriminal yang melakukan penculikan agar mendapatkan uang tebusan dipersalahkan atas serangkaian serangan di sekolah asrama di Nigeria utara. Di sana, lebih dari 1.000 siswa telah diculik sejak Desember .

Baca juga : Penculikan pastor di Haiti disiarkan langsung di Facebook

Tentara keamanan Nigeria bebaskan ratusan pelajar yang diculik

Konsulat RI : Waspadai penculikan di perairan Sabah

Kepala sekolah itu, Abubakar Garba Alhasan, mengatakan kelompok penyandera telah menelepon untuk mengatakan bahwa anak-anak meninggal karena sakit dan mendesak agar permintaan tebusan dipenuhi.

Abubakar Adam, yang tujuh anaknya ditahan oleh geng itu, mengatakan para penculik menelepon kepala sekolah untuk meminta uang tebusan. Kelompok penyandera pada Minggu (22/8/2021) membebaskan 15 siswa lagi, yang diculik pada Juli dari sebuah sekolah Baptis di  Nigeria barat laut, setelah orang tua membayar uang tebusan yang jumlahnya tidak diungkapkan.

Presiden Muhammadu Buhari pada Februari meminta pemerintah negara bagian untuk berhenti membayar tebusan kepada para penculik, dan Gubernur Kaduna Nasir El-Rufai secara terbuka menolak untuk membayar. Sedangkan para orang tua dan masyarakat yang putus asa sering kali mengumpulkan dan membayar sendiri uang tebusan. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts