Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Jaksa Agung New York Letitia James, menyebut Gubernur Negara Bagian New York, AS, Andrew Cuomo melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah perempuan. Korbannya mulai dari pegawai, mantan pegawai, hingga pihak di luar pemerintahan.
Hal itu disampaikan Letitia James, saat merilis laporan panjang tentang penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual gubernur New York yang juga politikus Partai Demokrat tersebut.
“Penyelidikan independen telah menyimpulkan bahwa Gubernur Andrew Cuomo melecehkan banyak perempuan secara seksual yang melanggar undang-undang federal dan negara bagian,” kata James pada konferensi pers, dikutip dari AFP, pada Selasa (3/8/2021) kemarin.
Baca juga : Dua biarawati Argentina diduga lecehkan seksual puluhan anak
Prancis tetapkan hubungan seksual di bawah usia 15 tahun pelanggaran pemerkosaan
Turki vonis pria ini seribu tahun penjara, tudingan spionase hingga pelecehan seksual
Dia mengatakan penyelidikan menemukan bahwa Cuomo “melecehkan secara seksual pegawai dan mantan pegawai negara bagian New York dengan terlibat dalam sentuhan yang tidak diinginkan dan tak konsensual dan membuat banyak komentar yang bersifat seksual sugestif yang menciptakan lingkungan kerja yang tidak bersahabat bagi perempuan,”
Penyelidikan juga menemukan, bahwa Cuomo dan tim seniornya mengambil tindakan pembalasan terhadap setidaknya satu mantan karyawan karena mengungkap cerita tentangnya. James mengatakan bahwa bukti yang ditemukan selama penyelidikan akan dipublikasikan bersama dengan laporannya.
Cuomo sendiri sempat diinterogasi oleh penyelidik dari kantor Jaksa Agung selama lebih dari 11 jam bulan lalu. Setidaknya delapan wanita telah mengungkapkan soal kata-kata dan gerakan yang tidak pantas dari Cuomo, yang sempat mendapat pujian atas penanganannya terhadap krisis Covid-19 di New York pada awal pandemi.
Seorang mantan karyawan bahkan mengatakan Cuomo menyelipkan tangannya di bawah kemejanya tahun lalu. Tuduhan kasus ini terhadap Cuomo mulai mencuat pada Februari saat mantan ajudannya, Charlotte Bennett, melaporkan interaksi yang tidak nyaman dengan gubernur kepada The New York Times.
Ia menuduh Cuomo telah mengajukan pertanyaan kepadanya tentang kehidupan seksnya selama percakapan di kantornya, Juni 2020. Bennett pun menafsirkannya sebagai “rayuan yang jelas untuk berhubungan seksual.” Mantan ajudan lainnya, Lindsey Boylan, menuding Cuomo melakukan gerakan yang tidak pantas, termasuk ciuman yang tidak diinginkan.
Cuomo sendiri membantah terlibat dalam pelecehan seksual itu dan menolak seruan untuk mengundurkan diri yang bahkan datang dari sesama anggota Partai Demokrat di Kongres AS.
Pada Maret, Presiden Joe Biden mengatakan Cuomo harus mengundurkan diri jika tuduhan soal kasus itu terbukti. (*)
CNN Indonesia
Editor : Edi Faisol
