Papua No. 1 News Portal | Jubi
Wamena, Jubi – Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, Joko Harjani mengatakan, dua rute penerbangan perintis kargo ke dua distrik di Kabupaten Nduga dialihkan ke Yahukimo.
Hal itu dilakukan setelah adanya keputusan dari Dirjen Perhubungan Udara terkait penerbangan perintis ke wilayah Mugi dan Mapenduma, Nduga yang hingga kini tidak berjalan karena masalah keamanan.
“Sesuai dengan keputusan Dirjen Perhubungan Udara yang baru keluar Minggu kemarin, untuk Wamena-Mugi dan Wamena Mapenduma akan dialihkan ke Wamena-Korupun (Yahukimo) dan Wamena-Sobaham (Yahukimo),” kata Joko kepada wartawan usai peringatan hari perhubungan nasional di kantor bupati Jayawijaya, Selasa (17/9/2019).
Hal itu kata Joko, lebih disebabkan masalah keamanan di bandara tujuan yaitu Mugi dan Mapenduma kurang memungkinkan untuk kondisi dilakukan operasional penerbangan perintis.
“Pilot dari Susi Air yang menangani penerbangan ini tidak mau terbang ke sana sejak awal tahun ini atau sejak program ini diluncurkan,” katanya.
Di 2019 ini, untuk penerbangan perintis kargo ada tiga rute yaitu Wamena-Enggolok, Wamena-Mugi dan Wamena Mapenduma, namun yang jalan hanya Wamena-Enggolok (Jayawijaya).
Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena sejak Maret lalu mulai mengoperasikan program subsidi angkutan udara perintis untuk 16 wilayah di Pegunungan Tengah Papua, baik untuk penumpang maupun kargo.
Dari ke 16 rute tersebut, 13 rute khusus untuk penumpang dari Bandara Wamena ke Holuwon, Karubaga, Keneyam, Mulia, Ilu, Tiom, Kobakma, Illaga, Elelim, Mamit, Mapenduma, Enggolok dan Mugi.
Sedangkan tiga rute penerbangan subsidi perintis untuk kargo/barang dari Wamena ke Mapenduma, Enggolok dan Mugi.
Kepala Otoritas Bandara Wilayah X, Usman Efendi mengatakan, untuk program ini koordinator wilayah Wamena mendapatkan tambahan dua angkutan udara yaitu ke Illaga dan Ilu.
Tahun lalu untuk penumpang ini hanya 11 rute, tahun ini ditambah dua lagi menjadi 13 rute ditambah 3 rute perintis kargo, katanya.
Harapannya, kata Usman, masyarakat dapat memanfaatkan karena harga tiket untuk penumpang sangat murah, dari pada menggunakan carter atau penerbangan regular yang selama ini terjadi. (*)
Editor: Syam Terrajana
