Dua pesilat Papua ikut kejuaraan Asia di India

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi – Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) memanggil 30 pesilat terbaik untuk mengikuti kejuaraan pencak silat se-Asia (Invitation Asian Pencak Silat Championship) 2018.

Dalam suratnya Nomor 100/SU/09/18 tertanggal 14  September 2018 terdapat dua nama atlet pencak silat asal Papua yaitu Lukas Kimnok dan Alfred Bastian Puy.

Pelatih Pencak Silat Papua, Stenly Salampessy kepada wartawan Jubi, Kamis (20/9/2018) membenarkan sekaligus menginformasikan dua pesilat Papua dipanggil ikut kejuaraan Asia di India.

"Berdasarkan surat pemanggilan dari PB IPSI ada dua pesilat Papua yang dipanggil, salah satunya Alfred Puy yang sudah berangkat ke Jakarta, Kamis (20/9/2018) pagi," kata Stenly Salampessy saat dikonfirmasi Jubi.

Salampessy bilang Puy adalah peraih medali emas di Pra PON Gorontalo 2015 serta medali emas di kejuaraan daerah (Kejurda) 2028 di Jayapura.

"Pemanggilan Alfred Puy berdasarkan prestasi yang dicapai tetapi juga pertimbangan sempat mengikuti seleksi Asian Games 2018," katanya.

Salampessy yang melatih tim pencak silat PPLP Papua menilai keikutsertaan Puy menambah pengalaman serta jam bertanfding di level internasional.

“Puy adalah aset kita di PON 2020 sehingga dengan dia ikut kejuaraan Asia bisa banyak menimba ilmu,” ujarnya.

Alfred Bastian Puy mengaku momen ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mempertajam tehnik-tehnik bertanding. Banyak pesilat top Indonesia maupun dari penjuru Asia hadir di India.

“Kita yang dipanggil akan kumpul selama sepekan di padepokan pencak silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta untuk pemusatan latihan sebelum berangkat ke India,” kata Puy kepada wartawan Jubi di Bandara Internasional Soekarna-Hatta, Tanggerang, Banten, Kamis (20/9/2018).

Invitasi pencak silat Asia Championship ke-4 tahun ini berlangsung dari tanggal 30 September hingga 4 Oktober 2018, di New Delhi, India.

Alfred Puy turun di kelas H putra sedangkan rekanya dari Merauke, Lukas Kimnok turun di kelas G putra.

Dari 30 pesilat yang dipanggil PB IPSI, DKI Jakarta dan Jawa Barat menjadi daerah penyumbang atlet terbanyak bagi kontingen Indonesia. (*)

Related posts