Dua pekan jelang Natal, harga bumbu dapur masih stabil

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Sekitar dua pekan menjelang perayaan Natal, harga berbagai bahan dapur masih relatif stabil. Hanya rica atau cabai yang sejak November silam harganya sudah mulai merangkak naik.

Melina Kogoya, perempuan asal Kelila Kabupaten Jayawijaya, menekuni berjualan bumbu dapur seperti rica, tomat, mentimun, dan aneka bumbu lainnya, sebagai mata pencahariannya di bekas pasar lama Sentani.

"Sejauh ini belum ada kenaikan harga dari kami penjual," kata Melina, kepada Jubi, di Sentani, Selasa (11/12/2018).

Ia mengatakan memasuki bulan Desember memang biasa terjadi kenaikan harga berbagai bahan kebutuhan bumbu dapur. Contohnya, rica dan tomat sudah naik sejak November kemarin.

“Sebelumnya, harga tomat harga Rp 60 ribu/kg. Sekarang sudah naik menjadi Rp 80 ribu. Mahal sekali tapi kita biasa ambil untuk tambah-tambah di jualan kami," ucap Melina.

Melina mengatakan dari hasil yang ia beli dengan 1 kg Rp 20 ribu untuk tomat, ia menjualnya dengan harga yang sama. Namun kenaikan itu terjadi ketika di tempat pengambilan mengalami kenaikan harga jual.

"Memang pendapatan tidak besar, cuma Rp 10-20 ribu, tapi itu sudah berkat yang Tuhan kasih, jadi dengan itu saya bisa tambah-tambah makan minum dan kebutuhan anak sekolah," tutur ibu empat anak ini.

Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pasar Pharaa Sentani, Daniel Sokoy, mengatakan saat ini yang mengalami kenaikan adalah rica.

"Kenaikan yang terjadi itu kita tidak bisa salahkan pedagang karena faktor cuaca juga mempengaruhi hal ini," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kenaikan berbagai harga bahan pokok menjelang Natal, katanya, stok harus cukup.

"Jangan sampai harga melambung tinggi dan ketersedian stok di pasar tidak ada. Sekarang dinas sedang upayakan masyarakat tidak lagi berbelanja di luar pasar Pharaa," kata Sokoy. (*)

Related posts