Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Dua pasien positif Covid-19 di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat diduga kuat telah kabur meninggalkan kota Sorong dengan menggunakan pesawat melalui Bandara Domine Eduard Osok menuju Malang, Jawa Timur. Dua pasien tersebut mula hendak dijemput untuk karantina di Diklat kampung Salak. Namun saat petugas datang, keduanya sudah meninggalkan kota Sorong menggunakan pesawat.
“Kami mendapatkan informasi bahwa kedua pasien positif Covid-19 kluster Lokalisasi Malanu tersebut sudah berada di Malang. Namun tim terus menggali informasi tentang kebenaran informasi tersebut,” ujar Sekretaris Gugus Tugas Kota Sorong, Herlin Sasabone, Sabtu (29/8/2020).
Baca juga : Kondisi pasien positif Covid-19 di Kota Sorong mulai membaik
Dua kasus positif Covid-19 di Fakfak punya riwayat dari Kota Sorong
Pasien COVID-19 sembuh di Kota Sorong bertambah menjadi 43 orang
Pernyataan tersebut diperkuat dengan pengakuan rekan-rekannya yang sedang menjalani karantina di Diklat kampung Salak. Kedua pasien yang kabur tersebut memberi kabar sudah berada di Malang.
Kedua pasien itu diduga memalsukan tes cepat (rapid test) sehingga bisa lolos penerbangan meninggalkan kota Sorong.
Kepala Bandara Domine Eduard Osok Sorong, Rasburhany Umar, meragukan informasi kaburnya dua pasien positif Covid-19. Ia mengatakan pengawasan di Bandara Domine Eduard Osok sangat ketat apalagi dalam pemeriksaan dokumen kesehatan penumpang oleh pihak Karantina Kesehatan Pelabuhan.
“Setiap penumpang wajib menunjukkan dokumen kesehatan tes cepat non reaktif yang telah dilakukan verifikasi oleh Karantina Kesehatan Pelabuhan, baru bisa masuk ke dalam ruang terminal Bandara,” kata Umar.
Menurut Umar, saat penumpang check-in petugas maskapai juga akan memeriksa dokumen kesehatan tes cepat penumpang apakah sudah di verifikasi oleh Karantina Kesehatan Pelabuhan.
“Jika ditemukan penumpang yang hasil tes cepat reaktif tidak akan diberangkatkan, jadi saya meragukan dua orang pasien positif Covid kluster Lokalisasi Malanu tersebut lolos penerbangan di Bandara Domine Eduard Osok Sorong,” ujar Umar menjelaskan. (*)
CNN Indonesia
Editor : Edi Faisol
