Papua No.1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Setelah dua hari para atlet boccia Papua beradu strategi dan ketepatan menggelindingkan bola dengan atlet lainnya di atas lapangan berukuran 12,5 meter x 6 meter di babak penyisihan di Auditorium Uncen. Akhirnya dua atlet boccia Papua memastikan diri untuk lolos ke babak delapan besar, Peparnas.
Kedua atlet itu turun di nomor pertandingan Individual BC2. Mereka adalah Stevani Sonya dan Awang Sabdo. Stevani Sonya menjadi salah satu atlet andalan Papua yang diharapkan mampu mempersembahkan emas. Ia bahkan tampil sempurna dengan mengantongi tiga kali kemenangan.
Pada pertandingan pertama Sonya berhasil mengalahkan atlet Kepulauan Riau Moh Faris dengan skor 5 – 2. Tak berhenti disitu ia kemudian berhasil menaklukkan atlet Papua Barat, Novi Oriana dengan skor 4:3. Sonya lalu menutup kemenangan ketiganya di babak penyisihan dengan menaklukkan atlet Aceh, Nofal Fatahilah dengan skor 7:3.
“Saya senang akhirnya bisa lolos,” katanya kepada Jubi.
Sonya pun memuncaki grup D Individual BC2 dengan poin 9. Sonya ingin mengerahkan kemampuan terbaik untuk tampil di 8 besar nomor, pada Rabu 10 November 2021.
“Siap untuk berusaha tampil di pertandingan delapan besar,” ujarnya.
Berbeda dengan Stevani Sonya yang lolos tanpa kekalahan. Atlet Papua lainnya Individual BC2, Awang Sabdo harus berjuang keras untuk lolos babak kedelapan besar.
Pada pertandingan pertama Sabdo harus mengakui keunggulan atlet DKI Jakarta, Heru Hermawan dengan skor 0:13. Sabdo akhirnya mampu lolos ke babak delapan besar setelah berhasil menang telak atas atlet Jawa Timur, Sholahuddien Al Faruqy dengan skor 8:1.
Sabdo lolos sebab dari Individual BC2 masing-masing grup diambil dua atlet. Ia menduduki posisi kedua grup B nomor Individual BC2 dengan poin 3.
Pelatih Boccia Papua, Adrian mengatakan di babak 8 besar nanti atlet DKI Jakarta dan atlet Jawa Tengah merupakan lawan kuat. Namun, ia optimis anak asuhnya mampu menang dan melaju hingga ke babak final.
“Dengan tren positif kita optimis bisa menang,” ujarnya. (*)
Editor: Edho Sinaga
