Papua No. 1 News Portal | Jubi ,
Jayapura, Jubi – Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Papua, Abock Busup, menyatakan pihaknya tak akan berkhianat dalam pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) 2018 mendatang.
Bupati Yahukimo itu mengatakan PAN dan partai koalisi lainnya akan tetap bersama bekerja memenangkan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi), karena itu merupakan instruksi dari pengurus partai pusat.
"Ini harga diri kami partai koalisi untuk memenangkan Prabowo-Sandi di Papua. Apalagi ini untuk kepentingan pemilihan legislatif (Pileg) 2019," kata Abock Busup, usai rapat perdana pengurus parpol koalisi pendukung Prabowo-Sandi di Papua, Jumat (21/9/2018) petang.
Menurutnya, pihaknya sudah berkomitmen tak akan ikut-ikutan dengan parpol lain dan tidak mungkin bekerjasama dengan partai di luar koalisi yang sudah disepakati.
"Kami tidak mau ikut-ikutan. Ini komitmen kami bersama. Urusan Pilpres dan pemilihan legislatif berbeda, sehingga kader PAN di Papua tetap ikut komando DPP," ujarnya.
Ketua DPD Gerindra Papua, Yanni, mengatakan rapat perdana itu dihadiri Ketua DPW (DPD) parpol pendukung Prabowo-Sandi di Papua. Selain dirinya dan Abock Busup, juga ada Bertus Kogoya, Ketua DPW Partai Berkarya Papua, dan Ketua Dewan Suro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Papua, Maddu Malu.
"Rapat perdana ini bertepatan dengan jadwal pencabutan nomor urut Pilpres di Jakarta. Kami mengatur struktur koalisi Pilpres yang akan datang. Harus ada kesepakatan dalam kepengurusan tim karena ini agenda nasional," kata Yanni.
Menurutnya, pihaknya akan kembali menggelar rapat, Senin (24/9/2018), untuk tim menentukan seperti apa struktur dalam koalisi, siapa yang akan menjadi ketua dan seterusnya.
"Kami semua hadir dan kami semua solid," ucapnya.
Hal yang sama dikatakan Ketua DPW Partai Berkarya, Bertus Kogoya. Katanya, secara politik posisi pihaknya jelas.
"Kami ini partai koalisi dan Gerindra adalah pengusung utama. Kami membangun kekuatan mendukung Prabowo-Sandi. Kami tetap ikut aturan partai. Kami tak mau kalah dari koalasi partai pendukung capres lain," kata Bertus Kogoya.
Sementara Ketua Dewan Suro PKS Papua, Maddu Malu, mengatakan karena Pilpres dan Pileg 2019 dilaksanakan bersamaan, sehingga pihaknya membicarakan bagaimana strategi agar koalisi parpol pengusung Prabowo-Sandi di Papua tetap solid.
"Kami akan kerja keras menangkan Prabowo-Sandi. Kami berharap menang di Papua," ucap Maddu Malu. (*)
