Ditimpa pandemi dan bencana, Kim Jong-un perintahkan pemulihan ekonomi

Papua, Korut
Kim Jong Un, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un memerintahkan upaya pemulihan ekonomi yang terimbas pandemi Covid-19 dan bencana banjir bandang.

Read More

Pemimpin besar negara komunis itu minta pemulihan dalam dalam 80 hari jelang kongres partai buruh pada Januari 2021.  Untuk mencapai target tersebut, pekerja diharuskan menambah jam kerja dan tugas. Keputusan tersebut dibuat selama pertemuan Partai Buruh.

Baca juga :  Rapat politbiro, Kim Jong Un tekankan ekonomi swasembada 

Ini kabar terbaru Kim Jong Un di tengah isu kesehatanya memburuk 

Kim Jong Un gelar rapat pleno partai buruh memasuki akhir tahun

Para pekerja nantinya akan diawasi dengan ketat dan keuletan mereka saat melaksanakan perintah digunakan sebagai tolak ukur kesetiaan pada rezim pemerintah.

Ia menyatakan akan menunjukkan prestasi bersejarah dengan upaya mahal dan berani mengatasi cobaan dan kesulitan berat yang belum pernah terjadi sebelumnya tahun ini. “Tetapi kami tidak boleh berpuas diri,” kata Kim mengutip kantor berita KCNA. “Kita masih menghadapi tantangan yang tidak bisa diabaikan dan ada banyak tujuan yang harus kita capai ini,” katanya menambahkan.


Para pekerja akan diawasi dengan ketat dan keuletan mereka saat melaksanakan perintah digunakan sebagai tolak ukur kesetiaan pada rezim pemerintah.

Upaya menambah jam kerja dan tugas bagi pekerja merupakan hal lazim yang kerap disebut ‘pertempuran’ bagi negara yang menganut narasi militeristik dan gagasan perjuangan.

Namun, kebijakan kim Jong Un sebagai “perjuangan” ditentang kelompok hak asasi manusia mengecamnya karena dianggap sebagai latihan kerja paksa.

Tercatat Partai Buruh dilaporkan akan menyusun rencana ekonomi baru pada kongres Januari, pertemuan pertama dalam lima tahun. Sedangkan perekonomian Korut terpuruk karena sanksi internasional yang diberikan sebagai respons atas program rudal balistik lintas benua dan nuklir.

Pandemi virus corona dan bencana banjir banda semkain membuat perekonomian Korut merosot. Sejak muncul laporan penularan virus corona di Wuhan, Korut menutup perbatasan dengan China. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Related posts