Papua No. 1 News Portal | Jubi
Merauke, Jubi – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Adolf Bolang, mengungkapkan selama Januari hingga Februari 2019, sebanyak 16 orang terserang demam berdarah dengue (DBD).
“Semuanya terkonfirmasi, baik yang rawat jalan maupun inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), RS Bunda, RS Angkatan Laut, dan puskesmas serta di sejumlah dokter praktek,” kata Bolang kepada Jubi, Senin (11/2/2019).
Bolang mengaku ada beberapa pasien DBD telah sembuh dan kembali ke rumah masing-masing. Sedangkan lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Saya belum mendapatkan laporan jumlah pasien DBD yang masih jalani perawatan,” ujarnya.
Secara umum, demikian Bolang, yang terserang DBD adalah anak-anak usia 1 tahun hingga orang dewasa 15 tahun. Sejauh ini belum ada yang dinyatakan meninggal dunia.
“Memang beberapa hari lalu, ada satu meninggal dunia. Hanya tak bisa kita memastikan. Karena saat dibawa ke rumah sakit, sudah meninggal dunia. Sehingga tak diperiksa di laboratorium guna dilakukan konfirmasi. Karena hasil laboratorium itu yang menentukan virusnya ada atau tidak,” kata dia.
Untuk bisa menekan agar DBD tak terjadi, jelas Bolang, pemberantasan sarang nyamuk serta gerakan 3M plus perlu dilakukan. Untuk fogging, bukan tindakan utamanya. Karena hanya sebatas membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya tidak.
“Saya minta masyarakat secara sukarela dan atas kesadaran sendiri, membersihkan halaman rumah serta lingkungan sekitar, agar nyamuk tak bersarang sekaligus bertelur,” pintanya.
Bupati Merauke, Frederikus Gebze, beberapa waktu lalu mengajak kepada seluruh masyarakat memperhatikan lingkungan dengan sebaik mungkin dengan bergotong royong bersama membersihkan.
“Saya minta para Ketua RT menggerakan warganya untuk bergotong royong membersihkan lingkungan, agar tetap bersih,” pintanya. (*)
Editor: Dewi Wulandari
