Dermaga Yahim masih aset provinsi

papua
Dermaga Yahim saat ini yang digunakan juga sebagai tempat parkir kendaraan roda dua milik masyarakat. Jubi / Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Kepala Dinas Perhubungan ( Ka Dishub) Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw mengatakan, Dermaga Yahim masih menjadi aset Pemerintah Provinsi Papua. Selama ini pengadaan, perawatan, pembangunan fasilitas dan sarana fisik dermaga tersebut merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Papua.

” Kami sudah menyurati ke provinsi terkait hal ini, agar ada pelimpahan kewenangan pengelola Dermaga Yahim ke kabupaten, ” ujar Alfons melalui telepon selulernya saat dihubungi di Sentani. Senin (31/1/2022).

Read More

Selain menyurati Provinsi, kata Awoitauw, pihaknya juga telah menyurati Kepala Distrik Sentani, Kepala Distrik Ebungfa serta sejumlah Kepala Kampung agar bisa melakukan pertemuan terkait pengelola Dermaga Yahim.

Baca juga: 

Keluhan dari Dermaga Yahim; rupa-rupa sampah hingga kehilangan motor

Motoris mengeluh sampah plastik menumpuk di dermaga Yahim

” Hingga saat ini belum ada reaksi dari pemerintah distrik, ” katanya.

Menurut mantan Kepala Distrik Sentani itu, dermaga transportasi yang dibuka sejak era 80-an tersebut berjalan tanpa dikelola baik. Padahal berpotensi menambah pendapatan asli daerah serta meningkatkan kesehjateraan ekonomi masyarakat.

” Karena masih menjadi aset provinsi, walaupun selama ini berjalan begitu-begitu saja. Pemerintah distrik dan kampung harus lebih peka terhadap kondisi yang ada saat ini, ” ucapnya.

Dikatakan, dermaga dijadikan tempat parkir kendaraan roda dua milik masyarakat. Padahal seharusnya tidak demikian. Karena tidak ada tempat yang tepat, masyarakat akhirnya memanfaatkan dermaga itu sebagai tempat parkir kendaraan mereka.

Dia sangat berharap ada perhatian serius kepala distrik dan kampung, agar dalam waktu dekat ini bisa melakukan pertemuan guna membahas pengelolaan Dermaga Yahim.

” Kalau ada masalah, siapa yang bertanggung jawab terhadap kendaraan yang diparkir. Misalnya, kendaraan yang hilang atau rusak, ” katanya.

Sementara itu, Frans Sokoy, salah satu motoris asal Kampung Yobeh mengatakan, jalur transportasi di Danau berjalan seperti biasa dan normal .

” Ada puluhan hingga ratusan speedboat yang lalu lalang di perairan Danau Sentani. Dari timur hingga barat, setiap kampung memiliki 7-8 unit. Bahkan ada satu keluarga yang memiliki lebih dari satu. Yang mengangkut penumpang ditentukan setiap hari oleh masyarakat di kampung masing-masing dengan jadwal per hari, ” ujarnya.

Kata Frans, untuk mengurai kemacetan lalulintas di jalan raya, transportasi danau bisa jadi alternatif dengan membangun tambatan perahu atau dermaga besar di wilayah timur, tengah dan barat.

” Jumlah kendaraan darat ( motor/mobil) saat ini terus meningkat. Bisa dibayangkan, apabila semuanya setiap pagi turun jalan raya. Pasti kemacetan dimana-mana, ” . (*)

Editor: Syam Terrajana

Related posts