Data terbaru Satgas Covid-19 Papua, ada tujuh PDP yang diisolasi

Foto ilustrasi. - pixabay.com
Foto ilustrasi. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Papua kembali mengumumkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang menjadi 7 (tujuh) orang dan dirawat di beberapa rumah sakit rujukan yang ada di Papua.

Read More

Juru Bicara (jubir) Satgas Covid-19 Papua, Silwanus Sumule mengatakan, pihaknya baru mendapatkan dua pasien berstatus PDP yang dirawat di rumah sakit.

“PDP menjadi 7 orang dan ODP bertambah menjadi 333 orang. Dua orang tersebut saya belum bisa sebutkan dirawat dimana dan berjenis kelamin apa. Nanti setelah kami mendapatkan data secara akurat baru saya umumkan kepada teman-teman (wartawan),” kata Silwanus, Jumat (20/3/2020) di Jayapura.

Dikatakan, penambahan dua pasien tersebut bukan berasal dari PDP terdahulu yaitu 332.

“Dua pasien ini datang dari daerah yang terpapar virus corona. Kami sudah belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak KKP Bandara Sentani soal nama daerah yang dikunjungi oleh yang bersangkutan,” ujarnya.

Untuk penambahan ODP (Orang Dalam Pemantauan) dari 332 menjadi 333.  Silwanus mengatakan, satu ODP penambahan tersebut adalah ibu dari bayi yang baru di rawat di Rumah Sakit Dian Harapan sejak kemarin.

“Karena anaknya masih bayi dan butuh penanganan khusus baik dari tim dokter, ibunya juga akhirnya kami tetapkan sebagai ODP. Ini demi menjaga kesehatan ibu tersebut dan orang-orang disekitarnya,” katanya.

5 PDP kondisinya stabil

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Papua mengkonfirmasi bahwa lima dari tujuh orang yang masuk dalam Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang saat ini dirawat di beberapa rumah sakit kondisinya masih stabil. Dua pasien lainnya masih dalam pengawasan ketat.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Povinsi Papua Silwanus Sumule, mengatakan pihaknya secara intens melakukan pemantauan terkait dengan perkembangan kondisi tubuh dari lima PDP.

“Saat ini masih stabil, dan kami berharap kondisi mereka bisa segera pulih. Sedangkan dua pasien lainnya baru masuk ke rumah sakit, sehingga perkembangan fisiknya masih dalam pemantauan. Untuk sampel darah dari lima PDP masih di Laboratorium Kementerian Kesehatan. Mungkin, senin depan sudah ada hasilnya,” kata dia.

Sumule bilang, pihaknya juga terus melakukan pemantauan terhadap 333 Orang Dalam Pengawasan (ODP).

“Petugas intens melakukan pengawasan. Jadi mereka yang sudah ODP masih melakukan aktivitas di dalam rumah. Petugas setiap saat melakukan pemantauan fisik mereka. Kalau ada reaksi atau gejala, kami langsung bertindak,” ujarnya.

Satgas juga berharap siaga darurat yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Papua dapat dijalankan oleh masyarakat.

“Pembatasan sosial adalah salah satu upaya untuk memutus penyebaran atau penularan dari virus (korona) tersebut. Kalau masyarakat taat dengan larangan (pembatasan sosial) kami yakin, bisa menekan ODP bahkan PDP,” katanya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, Hery Dosinaen, mengatakan Pemerintah Provinsi Papua menetapkan status siaga darurat untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Status tersebut ditetapkan setelah empat orang dinyatakan PDP virus corona di Papua.

“Kami harus mengambil langkah awal dengan memberikan status siaga darurat agar kita bisa mencegah penyebaran dari virus tersebut,” kata Dosinaen.

Dampak positif bekerja di dalam rumah untuk mencegah penularan virus tersebut secara massal. Dan ini sudah dilakukan oleh Pemkot Jayapura dengan melarang aktivitas yang mengundang banyak orang.

“Teman-teman dari kota (Pemkot Jayapura) sudah mengeluarkan instruksi untuk masyarakat jangan dulu melakukan perkumpulan dengan dengan jumlah banyak. Saat ini tahan diri dulu, karena ini demi kebaikan kita bersama,” pungkas Hery. (*)

Editor: Edho Sinaga

Related posts