Papua No.1 News Portal | Jubi
Merauke, Jubi – Kampung Kuemsit di Distrik Kaptel tidak pernah lagi menerima dana desa sejak tiga tahun silam. Perangkat kampung setempat pun bingung mengenai alasan penyetopan kucuran dana dari pemerintah pusat tersebut.
“Kampung kami tidak pernah lagi mendapat dana desa sejak 2017. Saya juga tidak tahu alasannya,” kata Bendahara Kampung Kuemsit Emanuel Balagaize, Selasa (10/11/2020)
Kuemsit dihuni sekitar 120 keluarga. Program pembangunan di sana dilaporkan mandeg sejak dana desa tidak lagi mengucur.
“Program pembangunan tidak berjalan sama sekali (di Kuemsit). (Karena itu) kami sangat berharap dana desa segera dicairkan,” ujar Balagaize.
Balagaize mengaku kerap ditanyai warga mengenai penyetopan dana desa untuk kampung mereka. Dia pun tidak bisa menjelaskannya lantaran memang tidak ada keterangan resmi dari Pemerinah Kabupaten Merauke mengenai alasan penyetopan tersebut.
“Hanya BLT (bantuan langsung tunai) yang dicairkan. Kami akan bagikan kepada warga yang berhak menerimanya,” kata Balagaize
Anggota DPRD Merauke Moses Kaibu mengaku kaget saat mendapat kabar mengenai mandegnya dana desa untuk Keumsit. Dia meminta Dinas Pemerintahan Kampung dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Merauke segera menjelaskan secara terbuka permasalahan tersebut.
“Ini menjadi catatan (mesti menjadi perhatian serius) Dinas Pemerintahan Kampung dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Merauke. Mereka harus mengklarifikasi agar (semua permasalahan) menjadi lebih jelas,” kata Kaibu. (*)
Editor: Aries Munandar
