Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Pemerintah China mengunci wilayah atau lockdown kota Manzhoul, kawasan Mongolia dalam, setelah mendeteksi lonjakan baru kasus infeksi virus Covid-19. Selain itu juga memerintahkan tes massal terhadap 3 juta warga Kota Binhai, Tianjin.
Kebijakan pemerintah provinsi Tianjin memerintahkan pemeriksaan massal di Binhai setelah mendeteksi lima kasus positif corona baru pada Jumat pekan lalu.
Komisi Kesehatan Binhai menyatakan salah satu pasien corona itu merupakan seorang pria berusia 52 tahun. Dia sempat menjalin kontak dengan seorang pekerja gudang penyimpanan yang menangani produk impor daging beku dari India, Pakistan, Myanmar hingga Indonesia yang mengandung virus corona
Jejak virus corona memang telah ditemukan pada cukup banyak makanan beku impor beserta kemasannya di China. Penemuan itu memicu pemerintah China melakukan inspeksi massal terhadap produk impor dan gudang-gudang di pelabuhan.
Baca juga : Vaksin Covid-19 dari China-UEA disebut bersertifikasi halal
Covid-19, Petugas medis Venezuela menyedihkan, di China belum redup
Ilmuwan di China mulai uji klinis tahap dua vaksin Covid-19
Sebelumnya, China juga menemukan produk daging sapi dan babi beku asal Brasil, Jerman, Argentina, hingga Selandia Baru terkontaminasi virus Covid-19.
Awal November lalu, pihak berwenang Tianjin melaporkan beberapa kasus corona baru yang muncul setelah melakukan kontak dengan seorang pekerja perusahaan penyimpanan yang mengimpor produk daging beku asal Jerman.
Media pemerintah China melaporkan aktivitas moda transportasi kereta api dan penerbangan dari dan menuju kota Manzhoul untuk sementara ditutup.
Manzhoul merupakan kota di utara China yang memiliki jumlah penduduk 240 ribu jiwa. Kota itu terletak di dekat perbatasan Rusia dan Mongolia.
Selain di Tianjin dan Manzhoul, pihak berwenang China juga menemukan dua kasus positif corona baru di Shanghai. Kedua pasien itu terdiri dari seorang pekerja rumah sakit berusia 34 tahun dan suaminya 39 tahun yang merupakan pekerja logistik bandara di distrik Pudong.
Pejabat kesehatan Shanghai mengatakan masih berupaya melacak kontak kedua pasien untuk menemukan asal mula penularan tersebut.
Pemerintah juga meminta 4.015 karyawan dan pasien rumah sakit tempat perempuan 34 tahun itu bekerja untuk melakukan isolasi mandiri dan pemeriksaan corona. (*)
CNN Indonesia
Editor : Edi Faisol
